JAKARTA, BISNISMARKET.COM - Nama Fitriatun Nisa Bahri atau yang lebih dikenal sebagai Nisa Bahri belakangan ramai diperbincangkan publik setelah mencuatnya kasus dugaan gagal pemberangkatan jamaah umrah yang menyeret Hanania Travel.
Sorotan terhadap Nisa Bahri muncul karena ia disebut bukan hanya sebagai istri dari pemilik Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan Rachman (Ahmad Farhan), tetapi juga disebut memiliki posisi penting dalam struktur perusahaan sebagai Komisaris Utama Hanania Group/Hanania Travel.
Kasus ini menjadi perhatian luas karena berkaitan dengan perjalanan ibadah umrah, sebuah layanan yang dibangun atas dasar kepercayaan jamaah terhadap penyelenggara perjalanan. Ketika muncul laporan dugaan masalah pemberangkatan, nama-nama yang berada di balik perusahaan ikut menjadi pusat perhatian publik.
Dari berbagai pemberitaan yang beredar, Nisa disebut sebagai bagian dari pasangan yang membangun dan mengembangkan Hanania Travel bersama Ahmad Farhan.
Travel tersebut sebelumnya dikenal dengan pendekatan pemasaran yang cukup dekat dengan generasi muda dan sempat mengangkat konsep “umrah milenial”, memanfaatkan promosi digital dan kanal media sosial untuk menjangkau calon jamaah.
Sebagai figur yang disebut berada dalam jajaran pengelola perusahaan, nama Nisa kemudian ikut melekat dengan identitas bisnis Hanania Travel yang berkembang beberapa tahun terakhir.
Dalam sejumlah laporan media, Nisa Bahri disebut memiliki latar pendidikan Sarjana Tafsir Qur’an dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Informasi tersebut menjadi salah satu hal yang membuat publik menaruh perhatian karena latar belakang keagamaan itu kemudian dikaitkan dengan bisnis perjalanan ibadah.
Selain pendidikan, beberapa pemberitaan juga menyebut Nisa pernah terlibat dalam aktivitas yang berkaitan dengan pendampingan jamaah umrah maupun kegiatan usaha sebelum lebih fokus pada pengelolaan Hanania Travel.
Meski begitu, detail mengenai perjalanan karier dan pengalaman profesionalnya masih banyak bersumber dari profil yang beredar di media dan belum semuanya dapat dipastikan melalui pernyataan resmi yang komprehensif.