JAKARTA, BisnisMarket.com -
Di tengah bayang-bayang tekanan harga minyak dan bursa saham Asia yang
kebanyakan tertekan merah, pasar modal Indonesia justru tampil bak bintang yang
bersinar terang. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berhasil mencatatkan
prestasi luar biasa: naik tujuh hari berturut-turut hingga menembus angka
psikologis 6.175 pada penutupan perdagangan Jumat, 17 Juli 2026.
Apa rahasia di balik kekuatan IHSG yang tak
tergoyahkan ini? Siapa saja pemain kuncinya, dan seberapa jauh lagi indeks
kebanggaan kita siap melaju?
Naik 1,1 Persen, Tren Bullish Terus
Berlanjut
Pada penutupan sesi kedua perdagangan kemarin, IHSG
tercatat menguat 1,1 persen ke posisi 6.175. Angka ini sekaligus menjadi bukti
nyata bahwa tren positif di pasar saham kita belum mau berhenti. Sepanjang
pekan ini saja, IHSG berhasil melonjak sekitar 4,24 persen point-to-point.
“Secara teknikal, IHSG kini sudah berada di atas
rata-rata pergerakan 5 dan 10 minggu. Histogram indikator MACD mingguan juga
semakin menyempit dan berpotensi membentuk tanda silang emas, sementara
indikator kekuatan relatif cenderung menguat di zona kunci,” demikian dikutip
dari analisis Phintraco Sekuritas yang dilansir dari Bloomberg Technoz (17/7).
Sepanjang hari kemarin, transaksi saham berlangsung
sangat ramai. Tercatat volume perdagangan mencapai 29,17 miliar lembar saham
dengan nilai transaksi menyentuh angka Rp16,34 triliun, terjadi sebanyak 2,02
juta kali perputaran. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 349
jenis naik, 261 turun, dan sisanya 187 tidak berubah posisi.
Empat Raksasa Perbankan Menjadi Pendorong
Utama
Siapa yang paling banyak menyumbang kemenangan IHSG
hari ini? Jawabannya adalah empat raksasa sektor perbankan nasional yang
bergerak kompak melaju kencang:
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin dengan
kenaikan tertinggi sebesar 4,01 persen ke posisi Rp6.475 per lembar, menyumbang
22,18 poin ke IHSG