JAKARTA, BisnisMarket.com - Bayangkan triliunan dolar dihamburkan demi merevolusi dunia dengan kecerdasan buatan, namun pasar saham justru menoleh ke belakang dengan ragu. Apa yang sebenarnya terjadi ketika harapan besar bertemu dengan kenyataan yang belum menjanjikan keuntungan nyata? Inilah kisah guncangan yang mengguncang Wall Street baru-baru ini.

Saham Chip Jadi Penyebab Utama Penurunan

Gelombang penjualan saham perusahaan pembuat chip menjadi pemicu utama penurunan indeks bursa saham Amerika Serikat. Indeks yang mengukur kinerja saham raksasa pembuat chip saja anjlok hingga 4,3 persen. Bahkan prospek bisnis yang sangat kuat dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) tidak mampu menahan tekanan, karena tertutupi oleh proyeksi belanja modal yang lebih tinggi dari perkiraan. Indeks Nasdaq 100 pun ikut melemah 1,6 persen, sementara S&P 500 turun 0,5 persen dan Dow Jones Industrial Average menyusut 0,2 persen.

"Dilansir dari Bloomberg Technoz (17/7), para pelaku pasar kini bergulat dengan pertanyaan apakah saham-saham teknologi telah menjadi terlalu mahal di tengah ketidakpastian kapan belanja AI senilai triliunan dolar akan mulai menghasilkan keuntungan yang signifikan."

Keraguan Menggantung di Atas Investasi AI

Kekhawatiran terbesar datang dari ketidakpastian hasil investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan. Empat operator AI terbesar di AS saja diperkirakan akan mengeluarkan dana lebih dari 725 miliar dolar AS hanya pada tahun ini. Namun, belum ada kepastian kapan aliran dana raksasa ini akan berubah menjadi keuntungan yang nyata.

Kekhawatiran ini makin memuncak setelah saham Alphabet Inc. merosot 4,4 persen—dikabarkan karena Google mengalami keterlambatan beberapa bulan dalam meluncurkan model AI andalan terkuatnya. Sementara itu, saham Netflix melemah setelah jam perdagangan reguler, lantaran memprediksi pertumbuhan penjualan akan melambat untuk kuartal kedua berturut-turut.

Menurut Matt Maley dari Miller Tabak, respons negatif pasar terhadap kinerja kuat TSMC menjadi sinyal yang memicu kekhawatiran investor terhadap kelompok saham yang selama ini menjadi motor utama penggerak pasar. "Pergerakan saham-saham chip ke depan masih menjadi isu paling penting bagi pasar saham," ujarnya. "Saham-saham tersebut mulai menunjukkan sejumlah tanda pelemahan yang cukup berarti. Karena itu, mereka perlu segera mencatatkan pemulihan yang kuat dan berkelanjutan. Jika tidak, hal itu akan memunculkan sinyal peringatan yang serius."

Ketegangan Geopolitik & Kebijakan Bank Sentral Tambah Beban