JAKARTA, BisnisMarket.com -
Pernahkah Anda bertanya-tanya, dari mana asal semua uang yang beredar di negeri
ini? Mengapa kadang harga barang melonjak naik, atau nilai rupiah tiba-tiba
melemah terhadap mata uang asing? Jawabannya mungkin tersimpan pada satu
indikator kunci yang sering luput dari perhatian publik: uang primer atau base
money. Bukan sekadar angka di laporan keuangan, pengaturan uang primer ini
ternyata menentukan seberapa cepat ekonomi kita melaju, seberapa stabil harga
kebutuhan pokok, dan seberapa kuat posisi rupiah di mata dunia.
Apa Itu Uang Primer yang Dikendalikan Bank
Indonesia?
Secara sederhana, uang primer atau sering disebut M0
adalah fondasi dari seluruh sistem keuangan negara. Dilansir dari Bloomberg
Technoz (18/7), uang primer mencakup seluruh uang kartal yang beredar di
masyarakat ditambah cadangan wajib minimum yang disimpan bank komersial di Bank
Indonesia.
"Jadi kita pakai indikator dasar, kita bilang
base money atau money supply M0. Base money itu adalah uang yang betul-betul
dikendalikan oleh BI, merupakan bibit dari uang-uang yang berikutnya
terjadi," jelas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Menurut teori ekonomi klasik dari ekonom legendaris
Milton Friedman, pertumbuhan uang primer yang mendekati nol persen berarti
negara sedang menahan laju pertumbuhan ekonominya sendiri. Hal ini terlihat
pada periode pertengahan 2023 hingga awal 2025, serta April hingga Agustus
2025, di mana pertumbuhan uang primer di Indonesia hampir tidak ada sama
sekali.
Kesalahan Serupa yang Pernah Dialami
Amerika Serikat
Purbaya juga mengingatkan pada pengalaman Bank Sentral
Amerika Serikat atau The Fed yang pernah mengabaikan pemantauan uang primer.
Pada suatu waktu, pertumbuhan uang primer di AS turun drastis hingga minus 15,3
persen. Tak lama kemudian, pada Maret 2023, dunia ekonomi dikejutkan dengan
kebangkrutan besar Silicon Valley Bank.
Untungnya, The Fed segera menyadari kesalahannya dan
mulai menyuntikkan likuiditas kembali ke sistem keuangan, sehingga angka
pertumbuhan uang primer kembali positif. Langkah inilah yang menjadi dasar
ekonomi AS tetap mampu tumbuh berkelanjutan meski suku bunga di sana sempat
berada di level tinggi.
Berdasarkan data dari Bank Indonesia, peran uang
primer sebagai fondasi kebijakan moneter juga diakui secara internasional:
perubahannya menjadi awal mula pergerakan jumlah uang beredar yang lebih luas,
yang kemudian memengaruhi daya beli masyarakat dan aktivitas usaha.