JAKARTA, BisnisMarket.com – Bayangkan Anda sedang berselancar di internet dengan ponsel andalan, tiba-tiba perangkat itu mengeluarkan asap, memanas luar biasa, lalu meledak tepat di tangan Anda. Itulah mimpi buruk yang dialami seorang pengguna di Korea Selatan, yang kini mengangkat kembali bayang-bayang kelam yang pernah hampir menenggelamkan nama besar Samsung. Apakah ini sekadar kejadian terpisah, atau awal dari masalah besar yang bisa mengguncang posisi raksasa teknologi dunia?
Insiden Mengerikan yang Mengejutkan
Peristiwa itu terjadi pada 11 Mei lalu, sebagaimana diunggah pengguna bernama chocho-789 di media sosial Reddit. Ponsel Galaxy S24 yang dibeli resmi melalui mitra Samsung pada Juni 2024 itu tiba-tiba bertingkah aneh. “Galaxy S24 saya tiba-tiba mengeluarkan asap, panas ekstrem, dan meledak di tangan saya saat saya menggunakannya secara normal untuk mencari informasi di internet,” tulisnya, dilansir dari Tech Advisor (15/5).
Yang membuatnya semakin mengkhawatirkan, perangkat itu tidak sedang diisi daya, tidak pernah jatuh, rusak, dibongkar, atau diperbaiki sebelumnya. Pengguna mengalami luka bakar ringan dan gejala menghirup asap, lengkap dengan bukti medis serta foto dan video kejadian. Petugas pemadam kebakaran yang turun tangan pun menemukan tanda yang jelas: “sesuai dengan penyalaan baterai litium”, tandas laporan tersebut. Hingga kini, pihak Samsung belum merilis pernyataan resmi, namun tim layanan mereka sudah menghubungi korban untuk mengambil perangkat guna penyelidikan mendalam.
Bayang-bayang Sejarah 2016
Bagi siapa saja yang mengikuti sejarah industri teknologi, kejadian ini langsung mengingatkan pada bencana besar Galaxy Note 7 tahun 2016. Saat itu, ribuan unit terpaksa ditarik dari pasar secara global karena masalah baterai yang mudah terbakar dan meledak, kerugian mencapai miliaran dolar, dan nama baik merek nyaris hancur lebur. Sejak saat itu, Samsung menerapkan sistem cek keamanan delapan tahap untuk setiap baterai yang diproduksi, demi meyakinkan dunia bahwa masalah itu sudah selesai.
Namun, insiden Galaxy S24 ini menimbulkan satu pertanyaan besar: apakah langkah pengamanan itu benar-benar efektif? Beberapa kasus lain sempat terdengar, mulai dari perangkat lama yang baterainya menggelembung hingga perangkat pintar lain yang bermasalah. Meskipun belum ada bukti ini menjadi masalah umum, ingatan konsumen sangat kuat, dan dampaknya bisa terasa langsung pada minat beli dan posisi persaingan di pasar yang sangat ketat ini.
Taruhan Besar Nama dan Kepercayaan
Dalam dunia bisnis teknologi, kepercayaan adalah aset paling mahal. Kejadian ini berisiko menggerus kepercayaan yang sudah dibangun susah payah bertahun-tahun. Konsumen mulai bertanya: apakah perangkat andalan yang dibeli dengan harga tinggi masih aman digunakan? Bagi Samsung, ini adalah ujian berat. Cara mereka menangani penyelidikan, transparansi, dan tanggapan terhadap korban akan sangat menentukan apakah insiden ini hanya menjadi catatan kecil, atau justru kembali menjadi luka lama yang terbuka lebar.