JAKARTA, BisnisMarket.com - Bayangkan beban biaya energi industri berkurang hampir separuh, produksi makin lancar, dan kemampuan bersaing di pasar global makin kuat. Kabar gembira ini akhirnya hadir: pemerintah resmi memangkas harga gas alam cair atau LNG untuk sektor industri menjadi US$13/MMBtu, setara sekitar Rp232.000 (berdasarkan kurs Rp17.850 per 1 USD per 1 Juli 2026). Langkah ini jadi solusi menjaga keberlangsungan usaha sekaligus stabilitas ekonomi nasional.

Mekanisme Penurunan: Dari Hulu Hingga Hilir Sama-Sama Berbagi

Dilansir dari Bloomberg Technoz (1/7), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. atau PGN menegaskan siap menjalankan kebijakan tersebut. Penurunan harga bukan dipaksakan, melainkan lewat perbaikan struktur biaya dan efisiensi di seluruh jalur pasokan.

“Penyesuaian harga dilakukan secara proporsional di seluruh rantai pasok, sehingga manfaatnya dapat diteruskan kepada pelanggan industri,” ujar Fajriyah Usman, Sekretaris Perusahaan PGN.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, harga sebelumnya sempat melonjak hingga US$23/MMBtu atau sekitar Rp410.000 akibat kenaikan harga energi dunia dan penurunan produksi gas domestik. “Semuanya berbagi beban: pemerintah, kontraktor hulu, hingga PGN sama-sama menyesuaikan biaya agar harga akhir bisa turun secara wajar,” tegasnya. Berbeda dengan gas pipa, LNG punya biaya tambahan: pencairan, pengangkutan, penyimpanan, hingga pencairan kembali.

Siapa Saja yang Berhak Mendapatkannya?

Perlu dicatat, harga spesial ini tidak berlaku merata. Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan: “Harga Rp232.000 ini hanya untuk industri non-penerima Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang terdampak penurunan pasokan gas pipa, terutama di wilayah Jawa Bagian Barat”.

Yang diprioritaskan: industri padat karya, berorientasi ekspor, dan sangat bergantung pada gas sebagai bahan bakar utama. Sementara pembangkit listrik dan tujuh sektor yang sudah dapat HGBT (seperti pupuk, baja, keramik dengan kisaran US$6,5-7 atau Rp116.000-Rp125.000) tidak masuk ke skema ini.

Dampak Positif untuk Bisnis dan Ekonomi