BSD City, BisnisMarket.com – Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD berhasil mencetak sejarah baru dalam penyelenggaraan Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 melalui implementasi sistem pengelolaan sampah terpadu yang signifikan. Keberhasilan ini menegaskan posisi sektor Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE) Indonesia yang kini menempati peringkat keempat di kawasan ASEAN.
Penunjukan ICE BSD sebagai tuan rumah GSDC 2026 merupakan bukti nyata kapabilitas infrastruktur lokal dalam menyelenggarakan acara berskala dunia dengan standar internasional.
"Penunjukan kami sebagai tuan rumah GSDC 2026 merupakan kehormatan besar sekaligus pengakuan terhadap kapasitas dan standar operasional yang telah kami bangun selama bertahun-tahun," ujar Siti Karmila, General Manager ICE BSD, dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).
Sebagai pusat konvensi modern, ICE BSD mengintegrasikan prinsip operasional yang sangat ketat dalam aspek keberlanjutan. Berbagai inisiatif hijau telah diterapkan, termasuk pemanfaatan pencahayaan alami, penggunaan lampu LED hemat energi, hingga penyediaan fasilitas EV Charging Station.
Transformasi Sampah Menjadi Energi
Untuk menyukseskan GSDC 2026, pihak pengelola menggandeng Rekosistem untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah terpadu. Kerja sama ini mencakup penyediaan tempat sampah terpilah, edukator lapangan, hingga fasilitas Reverse Vending Machine (RVM) guna memaksimalkan daur ulang.
Langkah konkret ini membuahkan hasil luar biasa. Selama forum global berlangsung, berhasil dikelola total 1,62 ton sampah. Pihak Rekosistem mencatat tingkat pemulihan material daur ulang mencapai 41%, yang berhasil diselamatkan agar tidak berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Aksi penyelamatan lingkungan ini memberikan dampak signifikan dengan mereduksi emisi karbon global hingga mencapai 667,9 kg CO2. Capaian monumental tersebut dinilai setara dengan hasil menanam 11,35 bibit pohon selama periode 10 tahun.
Ajang GSDC 2026 terbukti sukses besar dengan mempertemukan lebih dari 5.000 peserta dan ratusan pembicara dari lebih dari 100 negara.