JAKARTA, BisnisMarket.com
- Pasar modal dalam negeri kembali menunjukkan pelemahan tajam pada awal
perdagangan hari ini. Di saat bursa-bursa kawasan Asia justru bergerak ke zona
hijau, Indeks Harga Saham Gabungan justru tergelincir cukup dalam, memicu
pertanyaan besar di benak para investor: mengapa pergerakannya terbalik dari
tren regional?
Posisi IHSG di Penutupan Sesi I
Dilansir dari Bloomberg Technoz (30/6), hingga
penutupan sesi pertama perdagangan Selasa, Indeks Harga Saham Gabungan tercatat
merosot sebesar 2,42 persen dan ditutup di angka 5.679. Penurunan terdalam
sempat menyentuh level 5.638, dengan rentang pergerakan indeks antara 5.811
hingga 5.638.
Transformasi Finansial Sepak Bola: Mengapa Pasar Prediksi Piala Dunia 2026 Diprediksi Meledak
Transaksi perdagangan berlangsung cukup aktif,
tercatat mencapai nilai Rp7,52 triliun dengan total 12,43 miliar lembar saham
berpindah tangan dalam 903 ribu kali transaksi. Di sisi lain, nilai tukar
rupiah terhadap Dolar AS juga ikut melemah 0,29 persen ke posisi Rp17.899 per
Dolar AS.
Saham Grup Barito Jadi Biang Kerok
Koreksi ini tidak lepas dari tekanan yang datang dari
saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu yang tergabung dalam Grup
Barito. Dikutip dari laporan yang sama, penurunan tajam terjadi pada beberapa
kode saham unggulan:
· CUAN
turun 6,14 persen
· BREN
melemah 4,37 persen
· BRPT
dan PTRO masing-masing jatuh 4,27 persen