JAKARTA, BisnisMarket.com - Pasar modal dalam negeri kembali menunjukkan pelemahan tajam pada awal perdagangan hari ini. Di saat bursa-bursa kawasan Asia justru bergerak ke zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan justru tergelincir cukup dalam, memicu pertanyaan besar di benak para investor: mengapa pergerakannya terbalik dari tren regional?

Posisi IHSG di Penutupan Sesi I

Dilansir dari Bloomberg Technoz (30/6), hingga penutupan sesi pertama perdagangan Selasa, Indeks Harga Saham Gabungan tercatat merosot sebesar 2,42 persen dan ditutup di angka 5.679. Penurunan terdalam sempat menyentuh level 5.638, dengan rentang pergerakan indeks antara 5.811 hingga 5.638.

Transaksi perdagangan berlangsung cukup aktif, tercatat mencapai nilai Rp7,52 triliun dengan total 12,43 miliar lembar saham berpindah tangan dalam 903 ribu kali transaksi. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS juga ikut melemah 0,29 persen ke posisi Rp17.899 per Dolar AS.

Saham Grup Barito Jadi Biang Kerok

Koreksi ini tidak lepas dari tekanan yang datang dari saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu yang tergabung dalam Grup Barito. Dikutip dari laporan yang sama, penurunan tajam terjadi pada beberapa kode saham unggulan:

·       CUAN turun 6,14 persen

·       BREN melemah 4,37 persen

·       BRPT dan PTRO masing-masing jatuh 4,27 persen