JAKARTA, BisnisMarket.com - Sebuah perubahan besar terjadi pada program pelatihan bagi calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Awalnya dirancang sebagai latihan dasar militer yang mengandalkan ketahanan fisik tinggi, kini program itu bertransformasi total demi menjawab kekhawatiran publik dan memastikan keselamatan setiap peserta.

Dilansir dari Bloomberg Technoz (30/6), Kementerian Pertahanan selaku bagian dari Panitia Seleksi Nasional Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) memutuskan merombak struktur kegiatan tersebut mulai Sabtu, 27 Juni 2026 lalu. Nama dan fokusnya pun bergeser jauh dari konsep awal.

Bukan Lagi Latihan Militer Biasa

Menurut keterangan Karo Infohan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait, pendekatan yang diterapkan kini benar-benar berbeda.

“Kegiatan ini tidak lagi ditekankan sebagai Latihan Dasar Militer, melainkan Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial. Materi teknis dan taktis militer sudah dihilangkan, termasuk kegiatan menembak,” tegasnya.

Langkah ini diambil agar pelatihan lebih selaras dengan latar belakang peserta yang mayoritas adalah warga sipil, bukan prajurit.

“Intensitas fisik juga dikurangi dan disesuaikan dengan kondisi peserta, dengan keselamatan sebagai prioritas utama,” tambah Rico.

Latar Belakang Perubahan Kebijakan

Keputusan ini muncul setelah menyusul serangkaian peristiwa memilukan yang menimpa peserta pelatihan. Sejak pertengahan Juni 2026, tercatat sudah ada lima orang peserta yang meninggal dunia selama mengikuti rangkaian kegiatan.