BISNISMARKET.COM - PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), sebuah entitas bisnis yang didirikan oleh figur publik Raffi Ahmad, telah mengumumkan jadwal resmi untuk masuk ke lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan ini dikenal fokus pada pengembangan ekosistem media, sektor hiburan, serta pengelolaan hak kekayaan intelektual (IP) yang mereka miliki.
Rencananya, masa penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) bagi saham RANS akan dimulai pada hari Rabu, tanggal 1 Juni 2026. Ini menandai langkah signifikan bagi perusahaan yang bergerak di industri kreatif dan hiburan untuk mendapatkan pendanaan publik.
Informasi mengenai harga penawaran saham ini telah tercantum secara resmi dalam prospektus ringkas terbaru yang diterbitkan oleh perusahaan. Penetapan harga ini merupakan bagian krusial dari proses transparansi menuju pencatatan saham di bursa.
RANS telah menetapkan harga penawaran IPO pada posisi yang cukup pasti, yaitu sebesar Rp170 untuk setiap lembar saham yang ditawarkan kepada publik. Harga ini merupakan hasil dari proses penetapan harga yang telah dilalui sebelumnya.
Angka Rp170 per saham ini diketahui merupakan batas atas dari kisaran harga yang telah ditetapkan sebelumnya selama periode penawaran awal atau yang biasa dikenal sebagai masa bookbuilding. Penetapan batas atas ini menunjukkan optimisme perusahaan terhadap minat investor.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, perusahaan ini berfokus pada pengembangan ekosistem media, hiburan, serta pengelolaan kekayaan intelektual (IP) yang dimiliki. Fokus bisnis ini menjadi nilai jual utama RANS di mata calon investor.
"Perusahaan yang didirikan oleh Raffi Ahmad, dijadwalkan akan memasuki masa penawaran umum perdana (IPO) mulai hari Rabu, 1 Juni 2026," jelas sumber tersebut mengenai jadwal penawaran.
Lebih lanjut, mengenai harga penawaran saham, prospektus menyebutkan bahwa "RANS telah menetapkan harga penawaran IPO pada posisi Rp170 per saham," yang dikonfirmasi oleh dokumen resmi perusahaan.
Adapun penetapan harga final tersebut didasarkan pada hasil evaluasi permintaan pasar selama masa bookbuilding. "Harga ini merupakan batas atas yang telah ditetapkan selama periode penawaran awal atau bookbuilding sebelumnya," demikian tertera dalam prospektus.