BISNISMARKET.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren positif yang cukup signifikan saat menutup sesi perdagangan di hari terakhir semester kedua tahun 2026. Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya indeks tersebut berada di bawah tekanan jual selama tiga hari berturut-turut.

Pada penutupan hari tersebut, IHSG tercatat berhasil menguat sebanyak 51,93 poin. Kenaikan persentase yang dicapai adalah sebesar 0,92%, sebuah penutup periode yang memberikan sedikit nada optimis.

Secara akumulatif, IHSG berhasil bertahan dan ditutup pada level penutupan yang cukup kuat, yaitu di angka 5.695,12. Level ini menjadi penanda akhir dari periode perdagangan semester kedua yang penuh dinamika.

Data perdagangan menunjukkan adanya aktivitas beli yang lebih dominan pada hari itu. Tercatat, sebanyak 391 emiten berhasil mencatatkan kenaikan harga saham yang diperdagangkan.

Di sisi lain, masih terdapat sejumlah emiten yang mengalami pelemahan harga, dengan jumlah mencapai 263 saham yang tercatat turun. Sementara itu, sebanyak 305 saham lainnya ditutup tanpa mengalami perubahan signifikan atau stagnan.

Kenaikan ini terjadi di tengah atmosfer pasar yang masih dibayangi oleh ketidakpastian global yang berkelanjutan. Selain itu, isu mengenai defisit perdagangan juga menjadi salah satu faktor yang membuat investor tetap memilih sikap waspada.

Ketahanan investor untuk menahan diri terlihat dari pergerakan pasar yang cenderung berhati-hati, meskipun terjadi rebound signifikan di akhir periode. Hal ini mengindikasikan bahwa sentimen jangka panjang masih dipengaruhi oleh variabel eksternal.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, kenaikan ini memberikan sentuhan positif yang dinantikan di penghujung periode semesteran tersebut.

"IHSG menutup perdagangan di hari terakhir semester kedua tahun 2026 dengan kenaikan signifikan, setelah sebelumnya mengalami tekanan jual selama tiga hari berturut-turut," mengutip dari TREN.BISNISMARKET.COM.