BISNISMARKET.COM - Sebuah video yang menampilkan ketegangan antara petugas kepolisian dan rombongan wisatawan di kawasan Anyer mendadak viral di jagat maya, memicu respons resmi dari Polda Banten. Insiden ini terjadi akibat adanya penerapan rekayasa lalu lintas sementara oleh aparat di lokasi padat pengunjung.

Lokasi spesifik kejadian adalah di Simpang Teneng, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, di mana kepadatan kendaraan mencapai puncaknya pada hari itu. Rekayasa arus lalu lintas ini merupakan langkah antisipatif untuk menjaga ketertiban dan keselamatan pengguna jalan.

Aksi protes yang terekam kamera tersebut melibatkan sekelompok wisatawan yang tampak tidak terima dengan kebijakan penutupan jalur yang diberlakukan oleh pihak kepolisian. Mereka berusaha keras untuk menerobos barikade yang telah dipasang.

Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat adanya perdebatan sengit antara beberapa ibu-ibu yang berada di dalam mobil pikap dengan petugas yang berjaga di pos pengaturan. Ketegangan tampak memuncak ketika beberapa dari mereka terlihat menunjukkan gestur marah sambil menunjuk ke arah aparat.

Peristiwa yang kemudian menjadi perbincangan publik ini berlangsung pada hari Selasa, 24 Maret 2026, sebelum akhirnya tersebar luas melalui berbagai platform media sosial. Momen ini menyoroti friksi antara kebutuhan wisatawan dan manajemen lalu lintas di area wisata.

Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak kepolisian menegaskan bahwa setiap pengaturan lalu lintas yang diterapkan adalah bagian integral dari pelayanan publik yang mereka berikan kepada masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Kabidhumas Polda Banten.

"Setiap rekayasa lalu lintas yang dilakukan petugas adalah bentuk pelayanan kepada masyarakat," ujar Kombes Maruli Ahiles Hutapea.

Lebih lanjut, Kombes Maruli Ahiles Hutapea menekankan bahwa prioritas utama dari rekayasa tersebut adalah menjaga keselamatan dan kelancaran pergerakan kendaraan, terutama saat terjadi lonjakan signifikan jumlah pengunjung di kawasan wisata.

"Kami mengutamakan keselamatan dan kelancaran arus kendaraan, terutama di kawasan wisata yang mengalami lonjakan pengunjung," kata Kombes Maruli Ahiles Hutapea, Rabu (25/3/2026).