GARUT, BisnisMarket.com - Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh sebuah video yang viral di TikTok. Kali ini datang dari seorang guru honorer asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang akrab disapa Emak Teti. Video curhatan yang diunggah melalui akun TikTok miliknya mendadak ramai diperbincangkan setelah ditonton lebih dari satu juta kali oleh warganet.

Dalam video tersebut, Emak Teti yang mengajar di SDN Purbayani 2 mengungkapkan keluh kesahnya terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya. Ia mengaku kebingungan menghadapi sistem distribusi makanan yang dinilai tidak tertata dengan baik.

Melalui unggahan di akun @teti5125, Emak Teti menyampaikan bahwa makanan untuk para siswa tidak dikirim setiap hari sebagaimana mestinya. Sebaliknya, paket makanan justru dikirim sekaligus atau dirapel untuk beberapa hari selama bulan Ramadhan.

Kondisi tersebut, menurutnya, justru menimbulkan kekacauan di lingkungan sekolah. Ketika ada murid yang tidak masuk sekolah, jatah makanan mereka tetap dikirim dan menumpuk untuk hari berikutnya. Hal ini membuat orang tua murid menjadi bingung dan mempertanyakan kondisi tersebut kepada guru.

Dengan gaya bicara yang ceplas-ceplos menggunakan bahasa Sunda, Emak Teti menyampaikan keluhannya secara langsung.

“Tong sok dirapel-rapel, unggal poe kirimkeun. Lieur orang tua mah nanyakeun ge ka guru,” ujarnya.

(Jangan dirapel-rapel, kirim saja setiap hari. Orang tua jadi pusing dan bertanya ke guru.)

Menurut Emak Teti, para guru sebenarnya tidak memiliki kewenangan dalam urusan teknis pengadaan makanan tersebut. Namun, mereka justru harus menjadi pihak yang menghadapi keluhan dari wali murid ketika terjadi masalah di lapangan.

Ia menjelaskan bahwa pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hanya mengirimkan paket makanan yang sudah dikemas tanpa koordinasi yang jelas dengan pihak sekolah. Situasi ini membuat guru semakin terbebani karena harus menjelaskan berbagai hal kepada orang tua siswa.