BISNISMARKET.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan yang cukup mengejutkan mengenai eskalasi konflik yang terjadi dengan Iran baru-baru ini. Ia mengklaim bahwa perang yang terjadi saat ini dengan Teheran telah mencapai titik "sangat tuntas".

Klaim Trump ini mengindikasikan bahwa operasi militer yang dilakukan jauh lebih cepat selesai dibandingkan proyeksi awal yang sempat beredar di publik dan kalangan analis keamanan. Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya besar mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah.

Menurut Trump, Washington berhasil menyelesaikan fase operasi militer tersebut dengan kecepatan yang melampaui dugaan semua pihak. Ia menyebutkan bahwa perkiraan awal mengenai durasi konflik ini adalah sekitar empat hingga lima pekan lamanya.

Pernyataan terbaru dari pemimpin tertinggi AS ini disampaikan langsung dalam sebuah sesi wawancara eksklusif. Wawancara telepon tersebut dilakukan pada hari Senin (9/3) sore waktu setempat, sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (10/3/2026).

Informasi ini kemudian menjadi berita internasional yang menarik perhatian publik dan media massa di seluruh dunia. Pasalnya, ketegangan di kawasan Timur Tengah memang sedang berada pada titik didih tinggi akibat intervensi militer tersebut.

Diketahui bahwa Amerika Serikat bersama dengan Israel telah melancarkan serangan berskala besar terhadap target-target di Iran. Serangan ini sendiri mulai diinisiasi sejak tanggal 28 Februari lalu, memicu reaksi keras di kawasan.

"Washington jauh lebih cepat dari perkiraan awal soal perang akan berlangsung selama empat hingga lima pekan," ujar Donald Trump, merujuk pada kecepatan selesainya operasi militer tersebut.

Eskalasi konflik ini sendiri telah menjadi fokus utama perhatian global karena potensi dampaknya yang luas terhadap stabilitas geopolitik di kawasan Timur Tengah. Selain pernyataan Trump, sejumlah isu internasional lain juga turut mewarnai pemberitaan hari ini.

Berita mengenai pernyataan Trump ini menjadi salah satu berita internasional yang paling banyak menarik perhatian pembaca detikcom pada hari Selasa (10/3/2026) ini. Perkembangan selanjutnya mengenai situasi pasca-klaim ini akan terus dipantau.