BISNISMARKET.COM - Sebuah insiden tragis mengguncang Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Senin pagi, ketika Kapal Motor (KM) Cipta Anugerah mengalami ledakan hebat diikuti kebakaran dahsyat. Peristiwa maut ini dilaporkan mengakibatkan dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Ledakan tersebut terjadi di area Pelabuhan Rauf Rahman, yang menjadi pusat aktivitas bongkar muat di wilayah tersebut. Kapal nahas itu diketahui sedang membawa muatan yang sangat berisiko, yakni sebanyak 3.000 tabung gas LPG.
Tragedi itu bermula ketika kapal tersebut sedang bersiap untuk memulai pelayaran menuju Kecamatan Pasimarannu. Saat hendak berangkat, kapal tersebut diminta untuk melakukan pergeseran posisi di dermaga.
Permintaan pergeseran posisi ini dilakukan karena adanya kapal lain yang dijadwalkan untuk segera sandar di dermaga yang sama. Situasi ini kemudian memicu serangkaian kejadian yang berujung pada bencana.
Kepala Bidang Damkar di Satpol PP, Damkar, dan Penyelamatan Selayar, Abdul Rahman, membenarkan waktu pasti terjadinya insiden memilukan ini. "Insiden nahas tersebut terjadi pada Senin (16/3) pagi sekitar pukul 06.30 Wita," ungkap Abdul Rahman.
Menurut keterangan yang diperoleh, ledakan keras tiba-tiba terdengar saat awak kapal mencoba menyalakan mesin untuk memindahkan posisi kapal. Sumber ledakan diduga kuat berasal dari tumpukan ribuan tabung gas yang berada di atas kapal.
"Ledakan terjadi saat kapal diminta bergeser karena ada kapal lain yang hendak bersandar di dermaga tersebut," sebut Abdul Rahman. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa proses penyalaan mesin menjadi pemicu utama bencana.
Lebih lanjut, Rahman menjelaskan kronologi sesaat sebelum ledakan terjadi. "Saat mesin dinyalakan, tiba-tiba muncul ledakan keras dari tumpukan ribuan tabung gas," ujarnya.
KM Cipta Anugerah yang kini ludes terbakar tersebut sedianya dijadwalkan untuk melanjutkan perjalanannya menuju Kecamatan Pasimarannu setelah menyelesaikan persiapan keberangkatan di pelabuhan tersebut. Dilansir dari keterangan resmi, proses evakuasi dan investigasi lebih lanjut langsung dilakukan pasca kejadian.