BISNISMARKET.COM - Kabar duka datang dari Keraton Kasunanan Surakarta. Raja Sinuhun Pakubuwono XIII wafat di Rumah Sakit Indriati, Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia menghembuskan napas terakhir pada Kamis, 6 November 2025, setelah sempat menjalani perawatan akibat kondisi kesehatan yang menurun.
Kepergian Sinuhun Pakubuwono tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar keraton, para abdi dalem, serta masyarakat Surakarta yang selama ini menaruh hormat tinggi kepada sosoknya.
Sinuhun Pakubuwono XIII memiliki nama lahir Gusti Raden Mas Suryadi. Ia lahir di Surakarta pada 29 April 1949, dan wafat pada usia 76 tahun. Beliau merupakan keturunan langsung dari garis raja-raja Mataram Islam, yaitu putra dari Pakubuwono XII, raja terdahulu yang memimpin Keraton Surakarta hingga wafat pada tahun 2004.
Setelah masa kekosongan takhta, GRM Suryadi kemudian dinobatkan sebagai Pakubuwono XIII, meski sempat terjadi dinamika internal di tubuh keraton terkait dualisme kepemimpinan.
Sebagai seorang raja, Pakubuwono XIII dikenal beragama Islam dan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritualitas serta kebudayaan Jawa. Ia memiliki pandangan hidup yang sederhana dan sering mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga keseimbangan antara iman, adat, dan kemajuan zaman.
Kiprah dan Perjuangan Melestarikan Budaya Jawa
Sejak dinobatkan pada tahun 2004, Pakubuwono XIII berperan besar dalam menjaga eksistensi Keraton Kasunanan Surakarta sebagai pusat budaya Jawa. Di bawah kepemimpinannya, berbagai tradisi leluhur seperti Grebeg Maulud, Sekaten, Kirab Pusaka, dan Bedhol Pusaka terus dilestarikan dengan penuh khidmat.
Ia menekankan pentingnya pelestarian seni tari, gamelan, serta aksara Jawa agar tidak hilang di tengah arus modernisasi. Selain menjaga tradisi, ia juga menjalin hubungan baik dengan pemerintah daerah dan tokoh nasional, mengupayakan agar keraton tetap menjadi simbol persatuan dan kearifan lokal. Pakubuwono XIII dikenal sebagai sosok yang ramah, berwibawa, dan memiliki kepedulian sosial tinggi terhadap masyarakat sekitar keraton.
Warisan dan Peristirahatan Terakhir
Kepergian Pakubuwono XIII menjadi kehilangan besar bagi dunia kebudayaan Jawa. Jenazah beliau rencananya akan dimakamkan di Astana Kasunanan Imogiri, Yogyakarta, tempat peristirahatan para raja dan bangsawan Mataram. Upacara pemakaman akan dilakukan dengan tata cara adat keraton yang penuh khidmat.
Warisan terbesar Sinuhun Pakubuwono XIII adalah semangat menjaga nilai-nilai luhur budaya Jawa di tengah tantangan zaman modern. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai raja yang memimpin dengan hati, ketulusan, dan dedikasi tinggi terhadap kelestarian budaya bangsa.***