BISNIS MARKET - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar angkat bicara mengenai kontroversi yang melibatkan pendakwah muda, Mohammad Elham Yahya Luqman atau yang dikenal sebagai Gus Elham, terkait aksi menciumi anak-anak perempuan di depan umum.
Menag dengan tegas menyatakan bahwa segala tindakan yang bertentangan dengan moralitas harus menjadi musuh bersama seluruh elemen masyarakat.
Menag Nasaruddin Umar menyoroti bahwa tindakan menciumi anak perempuan yang dilakukan oleh Gus Elham, seperti yang viral di media sosial, dinilai tidak sesuai dengan moralitas dan menimbulkan keresahan publik.
"Bukan hanya saya sebagai Menteri Agama, saya person juga ya. Semua tindakan-tindakan yang bertentangan dengan moralitas itu adalah harus menjadi musuh bersama," tegas Menag dikutip dari Antara.
Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya menjaga etika dan moralitas di ruang publik, terutama bagi sosok yang dianggap sebagai pemuka agama dan panutan.
Kontroversi ini muncul setelah beredarnya foto dan video Gus Elham mencium sejumlah anak perempuan, yang oleh sebagian warganet dianggap sebagai tindakan tidak pantas dan berpotensi mengarah pada child grooming.
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii turut menambahkan bahwa perilaku Gus Elham tersebut merupakan tindakan yang tidak pantas. Ia menyatakan bahwa Kemenag sepakat dengan kecaman publik atas aksi tersebut.
Kementerian Agama juga mengingatkan agar kasus ini diselesaikan secara kasuistik, dan masyarakat diminta untuk tidak menggeneralisir bahwa perilaku tak terpuji semacam ini terjadi di seluruh lembaga atau institusi keagamaan.
Untuk mengeliminasi segala bentuk penyimpangan, Kemenag telah membentuk tim pembinaan pondok pesantren yang menjadi wadah kolaborasi para pimpinan pesantren.