BISNISMARKET.COM - Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyampaikan pandangan kritis mengenai strategi perubahan rezim di Iran melalui intervensi militer eksternal. Ia secara tegas menyatakan bahwa upaya tersebut tidak akan berhasil hanya mengandalkan kekuatan udara.

Macron menekankan bahwa perubahan mendasar pada struktur kepemimpinan Iran mustahil dicapai hanya melalui serangkaian bombardir yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Pandangan ini menggarisbawahi keraguan Paris terhadap solusi militeristik dalam isu geopolitik kompleks tersebut.

Pernyataan penting ini disampaikan Macron saat ia berada di atas kapal induk Charles de Gaulle milik Prancis, yang saat itu tengah berlayar di perairan Mediterania. Momen ini memberikan latar belakang strategis bagi komentarnya mengenai dinamika Timur Tengah.

"Saya rasa Anda tidak dapat mencapai perubahan rezim yang besar atau perubahan dalam sistem politik hanya dengan bombardir," kata Macron saat itu. Kutipan ini menegaskan keyakinan Presiden Prancis bahwa sistem politik Iran memerlukan pendekatan yang sama sekali berbeda dari agresi bersenjata.

Lebih lanjut, Macron memberikan proyeksi waktu mengenai eskalasi konflik yang dipicu oleh serangan gabungan antara AS dan Israel terhadap Iran. Menurutnya, situasi panas ini memiliki potensi untuk bertahan lama.

"Perang yang dipicu oleh serangan AS-Israel terhadap Iran, 'dalam fase intens ini, dapat berlangsung 'beberapa hari, mungkin beberapa minggu,'" ujar Macron, dilansir Al Arabiya, Selasa (10/3/2026). Pernyataan ini mengindikasikan bahwa meskipun intensitasnya tinggi, konflik tersebut diprediksi tidak akan berakhir dalam waktu singkat.

Waktu penyampaian komentar ini adalah pada hari Senin (9/3) waktu setempat, memberikan konteks bahwa evaluasi Macron dilakukan saat ketegangan regional sedang memuncak. Hal ini menunjukkan analisis mendalam dari perspektif Eropa terhadap krisis yang terjadi.

Pernyataan Macron ini secara implisit menyerukan perlunya mencari jalur diplomatik atau solusi internal, alih-alih mengandalkan tekanan militer sebagai alat utama untuk menciptakan transformasi politik di Teheran.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.