JAKARTA, BisnisMarket.com - Pernahkah Anda membayangkan, suatu saat nanti, sarapan nasi uduk yang Anda nikmati berasal dari beras impor? Atau jagung bakar yang menemani malam Anda adalah jagung yang ditanam di negeri Paman Sam? Inilah yang mungkin akan menjadi kenyataan seiring dengan perjanjian dagang terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat. Apa saja detailnya?
Kesepakatan yang Menggemparkan: RI Impor Produk Pertanian AS Senilai Triliunan Rupiah
Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah resmi menandatangani perjanjian tarif timbal balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) pada 19 Februari 2026. Penandatanganan ini dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington DC. Namun, apa implikasinya bagi Indonesia?
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan bahwa kesepakatan ini mencakup komitmen pembelian produk pertanian dari AS senilai 4,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 75,88 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.862 per dollar AS).
Produk Pertanian AS Apa Saja yang Akan Banjiri Indonesia?
Berikut adalah daftar komoditas pertanian yang akan diimpor dari AS:
- Kapas: Bahan baku utama industri tekstil.
- Kedelai dan Bungkil Kedelai: Bahan baku industri pangan (tahu, tempe) dan pakan ternak.
- Gandum: Bahan baku utama industri tepung terigu.
- Jagung: Bahan baku industri makanan dan minuman.
- Beras: Beras klasifikasi khusus sebanyak 1.000 ton.

Ilustrasi biji gandum (Foto Pexels)
Mengapa Indonesia Harus Impor Produk Pertanian dari AS?