JAKARTA, BISNISMARKET.COM - Nama Dadan Hindayana menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) pada 2 Juni 2026. Dadan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BGN resmi diberhentikan setelah pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program-program lembaga tersebut, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski masa jabatannya berakhir sebelum genap dua tahun, Dadan Hindayana dikenal sebagai sosok akademisi dengan rekam jejak panjang di dunia pendidikan tinggi, penelitian, dan pengembangan kelembagaan. Ia merupakan salah satu profesor di bidang entomologi yang berasal dari lingkungan akademik sebelum dipercaya memimpin lembaga strategis negara.
Dadan Hindayana lahir di Garut, Jawa Barat, pada tahun 1967. Sejak muda, ia menaruh minat besar pada bidang pertanian dan ilmu hayati. Pendidikan tinggi ditempuh di Institut Pertanian Bogor (IPB), tempat ia mengambil jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan.
Pada tahun 1990, Dadan lulus sebagai lulusan terbaik di jurusannya. Prestasi akademik tersebut menjadi awal perjalanan panjangnya di dunia pendidikan dan penelitian. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, ia melanjutkan studi hingga meraih gelar doktor dalam bidang Entomologi Terapan, cabang ilmu yang mempelajari serangga serta pengaruhnya terhadap lingkungan dan pertanian.
Berkarier Sebagai Dosen dan Peneliti
Sejak tahun 1992, Dadan mengabdikan diri sebagai dosen di IPB. Selama puluhan tahun berkarier di kampus, ia aktif mengajar, melakukan penelitian, membimbing mahasiswa, serta menghasilkan berbagai publikasi ilmiah.
Karier akademiknya terus berkembang hingga berhasil meraih jabatan profesor atau guru besar. Dalam perjalanan tersebut, ia dikenal sebagai akademisi yang fokus pada pengembangan ilmu pertanian, pengendalian hama, serta inovasi yang berkaitan dengan ketahanan pangan.
Selain kegiatan akademik, Dadan juga kerap terlibat dalam berbagai proyek penelitian dan konsultasi yang bekerja sama dengan kementerian, lembaga pemerintah, maupun institusi pendidikan lainnya.
Menduduki Berbagai Jabatan Strategis