BISNIS MARKET - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDTT) Yandri Susanto mengungkapkan bahwa banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir telah berdampak parah pada ratusan desa. Bahkan, sejumlah permukiman dilaporkan hilang setelah berubah menjadi aliran sungai akibat derasnya arus air.
“Sebagian besar wilayah yang terkena dampak adalah desa. Ada beberapa desa yang hilang karena wilayah yang tadinya permukiman kini menjadi arus utama sungai,” ujar Yandri di Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Namun, proses pemetaan desa-desa yang hilang masih terkendala keterbatasan komunikasi dan sulitnya akses menuju lokasi terdampak. Kondisi ini membuat pemerintah belum bisa memastikan jumlah pasti desa yang rusak berat maupun yang benar-benar hilang.
“Jumlahnya memang ratusan. Tinggal klasteringnya saja yang belum bisa kita pastikan mana yang hilang, mana yang rusak berat, atau sedang,” tambahnya.
Saat ini, Kemendes PDTT terus melakukan pemantauan lapangan serta validasi data untuk memperjelas skala kerusakan. Meski begitu, belum semua wilayah dapat dijangkau karena banyak area yang terputus jaringan dan sulit dihubungi.
Yandri menegaskan bahwa pemerintah pusat akan segera menyusun langkah-langkah percepatan pemulihan bersama kementerian, lembaga terkait, serta pemerintah daerah.
Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh institusi bergerak cepat menangani kondisi darurat.
“Kementerian Desa sampai sekarang terus menggalang donasi. Dalam waktu dekat kami akan turun langsung, terutama ke desa-desa yang paling terdampak atau yang hilang,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada masyarakat yang menjadi korban bencana dan berharap proses pemulihan dapat berlangsung secepat mungkin. “Ini ujian berat, tapi harus kita hadapi dengan sabar dan mencari solusi terbaik,” ujarnya.