BISNISMARKET.COM - Proyek pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, yang telah lama dinantikan, kini menunjukkan sinyal kebangkitan setelah sempat mengalami stagnasi signifikan. Gubernur Bali, I Wayan Koster, secara terbuka menyuarakan kegelisahan masyarakat akibat kemacetan parah di jalur utama Gilimanuk-Denpasar yang belum teratasi.

Koster mengungkapkan rasa malu yang mendalam karena proyek strategis ini belum menunjukkan perkembangan nyata, padahal proses penetapan lokasi (penlok) sudah rampung. Hal ini membuat warga yang lahannya terkena trase tol tidak dapat memanfaatkannya secara optimal.

Curahan hati ini disampaikan oleh Koster saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada Rabu lalu (8/4/2026). Tekanan publik menjadi salah satu pendorong utama pemerintah daerah mendesak realisasi tol tersebut.

"Terkait rencana pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi, jadi kami ditunggu-tunggu oleh masyarakat soal jalan tol ini, yang sudah lama direncanakan, namun sampai sekarang belum ada perkembangan yang berarti, sehingga kami jadi malu dengan masyarakat," kata Koster.

Ia melanjutkan bahwa pertanyaan dari masyarakat mengenai progres tol terus berdatangan, sementara status lahan yang sudah ditetapkan sebagai trase tol menjadi menggantung. "Kami ditanya terus, sementara lahannya sudah dipenlok (penetapan lokasi), sehingga masyarakat tidak bisa memanfaatkan lahan yang sudah ditetapkan akan menjadi trase jalan Tol Gilimanuk-Mengwi," jelas Koster.

Menanggapi desakan tersebut, Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, memberikan pembaruan mengenai langkah-langkah teknis yang sedang dikerjakan oleh kementeriannya saat ini. Kementerian PU sedang fokus menyiapkan berbagai dokumen krusial sebagai prasyarat kelanjutan proyek.

"Untuk progress pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi, saat ini kita sedang melakukan penyusunan analisis Bapak mengenai dampak lingkungan, analisis dampak lalu lintas, rekomendasi kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang, dan juga dokumen perencanaan pengadaan tanah," kata Diana Kusumastuti.

Proses administrasi dan studi pendukung ini menjadi tahapan vital sebelum proyek dapat dilelangkan kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Diana Kusumastuti memastikan bahwa proses pengadaan atau lelang BUJT telah dijadwalkan dalam kalender kerja pemerintah.

"Proses pengadaan badan usaha jalan tol (BUJT) direncanakan dapat dimulai pada 2027," lanjut Diana Kusumastuti.