BISNISMARKET.COM - Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia menjadi keputusan yang cukup mengejutkan publik sepak bola Tanah Air. Pasalnya, Herdman bukanlah nama yang tumbuh dari tradisi kepelatihan Asia, melainkan pelatih asal Inggris yang justru menempa reputasinya di Amerika Utara, bersama Timnas Kanada.

Meski demikian, rekam jejaknya menunjukkan bahwa John Herdman adalah sosok juru taktik yang terbiasa membangun tim dari keterbatasan hingga mampu bersaing di level tertinggi.

John Herdman lahir di Consett, Inggris, pada 19 Juli 1975. Karier kepelatihannya tidak dimulai dari sepak bola pria, melainkan dari sepak bola wanita, sebuah jalur yang sempat membuat banyak pihak meragukan kapasitasnya ketika ia dipercaya menangani tim nasional pria. 

Namun, justru dari sana Herdman dikenal sebagai pelatih yang kuat secara psikologis, manajerial, dan taktis. Namanya mulai mencuri perhatian ketika menukangi Timnas Wanita Selandia Baru, sebelum kemudian pindah ke Kanada dan membawa Timnas Wanita Kanada menjadi salah satu kekuatan baru dunia. 

Puncaknya, Herdman sukses mempersembahkan medali perunggu Olimpiade 2012 dan medali perunggu Olimpiade 2016, prestasi bersejarah bagi sepak bola Kanada. Keputusan Federasi Sepak Bola Kanada menunjuk Herdman sebagai pelatih Timnas Pria Kanada pada Januari 2018 sempat menuai keraguan. 

Kanada bahkan dianggap tidak memiliki budaya sepak bola sekuat negara-negara Amerika Utara lain seperti Amerika Serikat atau Meksiko. Namun, di tangan Herdman, Kanada menjelma menjadi tim kejutan CONCACAF.

Ia berhasil membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar setelah 36 tahun absen, sebuah pencapaian monumental. Selama masa kepemimpinannya, Herdman mencatat 31 kemenangan dari 46 pertandingan, serta mengangkat peringkat FIFA Kanada hingga menembus peringkat 41 dunia, mengungguli sejumlah negara mapan seperti Turki, Yunani, dan Kamerun.

John Herdman dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan human-centered coaching. Ia sangat menekankan mentalitas, kepercayaan diri, dan identitas tim, selain aspek taktik. Dalam permainan, Herdman mengandalkan transisi cepat, eksploitasi sisi sayap, serta keseimbangan lini tengah.

Di Kanada, ia memaksimalkan kecepatan Alphonso Davies, ketajaman Jonathan David, serta kecerdasan gelandang seperti Stephen Eustáquio. Pola serangan cepat dari sisi sayap dan pressing agresif menjadi ciri khas tim asuhannya, terbukti dari produktivitas gol yang tinggi dengan pertahanan yang relatif solid.