BISNISMARKET.COM - Di tengah tugas rutin menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah perbatasan, muncul kisah inspiratif dari Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Sosok yang mendedikasikan diri lebih dari sekadar panggilan tugas adalah Ipda Dongan Marulitua Manalu.
Ipda Dongan, yang saat ini menjabat sebagai Wakapolsek Rangsang, menunjukkan sisi lain dari seorang abdi negara. Selain memastikan stabilitas daerah, ia secara sukarela menyisihkan waktunya untuk kepentingan pendidikan generasi muda setempat.
Fokus pengabdiannya tertuju pada peningkatan literasi, khususnya penguasaan bahasa asing. Ia secara aktif mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak yang tinggal di pulau-pulau terluar yang menjadi wilayah jurisdiksinya.
Inisiatif mulia ini ternyata telah menarik perhatian masyarakat luas, bahkan mengantarkannya pada nominasi penghargaan bergengsi. Warga Kepulauan Meranti secara kolektif mengusulkan namanya untuk program bergengsi, yaitu Hoegeng Awards 2026.
Nominasi tersebut didasarkan pada penilaian masyarakat yang menganggap Ipda Dongan sebagai figur polisi yang sangat humanis. Ia dinilai berhasil membangun kedekatan emosional dengan warga melalui pelayanan yang tulus dan ramah.
Kisah nyata mengenai dedikasi Ipda Dongan ini disampaikan langsung oleh salah satu tokoh pendidikan setempat yang menjadi saksi mata kegiatannya. Sosok ini adalah seorang guru yang kerap berinteraksi dengannya di lingkungan sekolah.
"Ia mengenal Ipda Dongan karena sering berkunjung ke sekolahnya untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak," ujar Sulaiman, seorang guru yang bertugas di Desa Sungai Cina, Kecamatan Rangsang Barat, Kepulauan Meranti.
Kunjungan rutin Ipda Dongan ke sekolah tersebut menjadi bukti nyata komitmennya dalam memberdayakan anak-anak di daerah terpencil. Hal ini menunjukkan bahwa tugas kepolisian melampaui lingkup penegakan hukum semata.
Dedikasi Ipda Dongan Marulitua Manalu ini menjadi contoh cemerlang bagaimana anggota Polri dapat berperan aktif dalam pembangunan sosial dan pendidikan di wilayah tugas mereka, terutama di daerah yang minim fasilitas.