BISNISMARKET.COM - Memasuki era pasca-libur Lebaran, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kepastian mengenai kebijakan penerimaan pendatang baru di Ibu Kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara tegas menyatakan bahwa Jakarta akan tetap menjadi kota terbuka bagi siapa pun yang ingin datang.
Penegasan ini disampaikan untuk meredam spekulasi adanya kebijakan pembatasan atau penyaringan ketat bagi pemudik yang kembali atau pendatang baru yang ingin mencari peruntungan. Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga inklusivitas Ibu Kota.
Pramono Anung secara spesifik menolak gagasan untuk mengerahkan aparat dalam melakukan operasi yustisi atau pemeriksaan mendalam terhadap pendatang. Hal ini bertujuan agar proses adaptasi pendatang baru berjalan lebih lancar tanpa hambatan birokrasi atau pemeriksaan yang represif.
Pernyataan resmi ini disampaikan langsung oleh Gubernur ketika ia berinteraksi dengan awak media di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Momen ini terjadi pada hari Sabtu, tanggal 7 Maret 2026, sebagai penegasan menjelang arus balik berakhir.
"Jakarta tetap akan terbuka bagi siapa pun, sehingga saya tidak akan memerintahkan untuk mengadakan yustisi ataupun screening untuk itu," kata Pramono kepada wartawan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2026).
Terkait prospek kehidupan di Jakarta, Gubernur juga menyinggung mengenai ketersediaan lapangan kerja bagi para pendatang. Ia meyakinkan bahwa peluang untuk mencari nafkah masih terbuka lebar bagi setiap individu yang datang.
Namun demikian, di balik optimisme tersebut, Pramono Anung juga memberikan catatan penting mengenai kewaspadaan ekonomi. Kondisi ekonomi global saat ini memerlukan perhatian khusus dari semua pihak.
Ia mengingatkan masyarakat, termasuk para pendatang baru, bahwa situasi ekonomi global yang ada berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian lokal di Jakarta. Oleh karena itu, perencanaan matang sangat diperlukan.
Pesan ini menjadi solusi praktis bagi pendatang, yaitu disambut baik namun tetap harus waspada terhadap tantangan ekonomi makro yang sedang membayangi Ibu Kota.