BISNISMARKET.COM - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menimbang rencana untuk mengaktifkan kembali Stasiun KRL Gunung Putri yang terletak di jalur Citayam-Nambo, Bogor. Stasiun ini merupakan bagian dari koridor layanan Jakarta Kota-Bogor yang vital bagi mobilitas komuter.

Keputusan mengenai nasib stasiun yang sempat dijuluki 'hantu' ini masih dalam tahap pertimbangan internal kementerian. Belum ada kepastian waktu kapan fase pembangunan atau revitalisasi akan dimulai.

Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub, Allan Tandiono, memberikan keterangan mengenai status terkini rencana pembukaan stasiun tersebut. Informasi ini disampaikan saat pertemuan di gedung DPR RI pada Senin (13/4/2026).

Allan Tandiono menegaskan bahwa proses evaluasi terhadap rencana operasionalisasi Stasiun Gunung Putri masih berjalan secara intensif. "Terkait Stasiun KRL Gunung Putri, kami masih evaluasi ya," kata Allan saat ditemui wartawan di gedung DPR RI, Senin (13/4/2026).

Saat ini, fokus utama Kemenhub adalah memastikan infrastruktur yang sudah ada berjalan optimal sebelum membuka layanan baru. Prioritas dialihkan ke peningkatan kualitas stasiun yang sudah beroperasi.

"Kami akan memfokuskan revitalisasi stasiun-stasiun yang ada di jalur Jakarta-Bogor (Manggarai-Bojonggede-Bogor)," terangnya. Fokus ini diharapkan memberikan dampak langsung pada layanan KRL harian utama.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, telah mengumumkan bahwa kajian mengenai pembangunan kembali Stasiun Gunung Putri sudah dilakukan. Kajian tersebut mencakup aspek krusial seperti pembebasan lahan yang diperlukan.

Namun, seperti yang disampaikan oleh Allan, belum ada jadwal pasti mengenai kapan proses pembangunan fisik Stasiun Gunung Putri akan dilaksanakan. Hal ini membuat masyarakat sekitar harus bersabar menanti.

Stasiun Gunung Putri sangat dinantikan oleh pengguna KRL di jalur Citayam-Nambo, terutama setelah suksesnya revitalisasi Stasiun Pondok Rajeg yang resmi beroperasi kembali pada 19 Oktober 2024. Kehadiran stasiun baru meningkatkan konektivitas regional.