BISNISMARKET.COM - Kondisi darurat menyelimuti Jawa Timur malam ini setelah banjir besar melanda sejumlah titik vital di Kabupaten Pasuruan. Dampak utamanya terasa pada jalur Pantai Utara (Pantura) yang menjadi urat nadi transportasi antar wilayah.

Banjir tersebut dilaporkan telah memaksa arus lalu lintas di jalur Pantura Pasuruan berhenti total. Situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran besar, terutama bagi para pengguna jalan dan pemudik yang melintas di kawasan tersebut.

Kawasan yang paling parah terkena dampak adalah ruas jalan di wilayah Beji, Pasuruan. Genangan air di titik ini dilaporkan mencapai ketinggian yang sangat signifikan, membuat kendaraan sulit untuk melewatinya.

Genangan air yang dalam ini secara efektif menutup akses jalan penghubung krusial antara Gempol dan Bangil. Akibatnya, mobilitas warga dan kendaraan logistik terhenti secara mendadak.

Informasi mengenai bencana hidrometeorologi ini diperoleh dari media terpercaya. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, tepatnya tanggal 25 Maret 2026.

"Banjir merendam jalur pantura di Beji, yang yang menghubungkan wilayah Gempol-Bangil," demikian dikutip dari laporan media tersebut.

Lebih lanjut, laporan tersebut menggarisbawahi tingkat keparahan kondisi di lapangan. "Jalur ini tertutup genangan air yang cukup dalam," ujar sumber berita yang memantau langsung situasi di lokasi.

Kelumpuhan lalu lintas ini menjadi masalah serius karena Jalur Pantura seringkali menjadi alternatif utama bagi pemudik yang melakukan perjalanan jarak jauh. Pengalihan arus sementara waktu menjadi kebutuhan mendesak saat ini.

Pihak berwenang setempat diharapkan segera mengambil langkah mitigasi darurat untuk mengatasi genangan air dan mengatur ulang pola pergerakan kendaraan yang kini tertahan.