BISNISMARKET.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan adanya peningkatan signifikan insiden bencana alam yang terjadi di dua wilayah berbeda, yakni Pulau Jawa dan Kepulauan Maluku. Bencana yang tercatat didominasi oleh fenomena hidrometeorologi.

Fenomena hidrometeorologi ini mencakup dampak buruk dari cuaca ekstrem serta kejadian banjir yang melanda beberapa daerah di Indonesia. Periode terjadinya bencana ini bertepatan dengan momen perayaan hari raya Idulfitri.

Menurut data yang dihimpun, periode bencana alam ini secara spesifik terjadi pada rentang tanggal 21 hingga 22 Maret 2026. Kejadian ini menunjukkan adanya anomali cuaca yang cukup mengganggu aktivitas masyarakat saat libur panjang.

Salah satu wilayah yang terdampak signifikan adalah Provinsi Jawa Barat (Jabar), yang mengalami dampak langsung dari kondisi cuaca ekstrem. Kondisi ini ditandai dengan intensitas hujan yang sangat tinggi disertai dengan hembusan angin kencang.

Informasi mengenai dampak bencana ini didapatkan dilansir Antara pada hari Senin, 23 Maret 2026. Data tersebut menggarisbawahi urgensi kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana musiman.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memberikan rincian spesifik mengenai dampak yang terjadi di Jawa Barat. Fokus perhatian tertuju pada Kabupaten Cianjur yang mengalami kerugian akibat cuaca buruk tersebut.

"Adapun yang pertama di Provinsi Jawa Barat, fenomena cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang, melanda lima desa di empat kecamatan, Kabupaten Cianjur, pada Jumat (20/3)," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Kejadian di Cianjur tersebut, meskipun disebutkan terjadi pada hari Jumat (20/3), menjadi bagian dari rangkaian peringatan dini yang disampaikan oleh BNPB terkait dinamika cuaca ekstrem di kawasan tersebut. Kejadian ini mendahului periode utama yang dilaporkan BNPB pada 21-22 Maret.

Data BNPB menunjukkan penanganan darurat segera dilakukan di lokasi terdampak untuk meminimalisir risiko lebih lanjut bagi warga yang sedang merayakan hari besar.