BISNISMARKET.COM - Dunia politik Timur Tengah dikejutkan oleh eskalasi konflik yang terjadi tak lama setelah pergantian pucuk kepemimpinan di Republik Islam Iran. Momen krusial ini ditandai dengan tindakan militer langsung yang diarahkan ke wilayah Israel.
Langkah tegas ini diambil Iran segera setelah pengukuhan Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi menggantikan posisi pendahulunya. Tindakan militer tersebut merupakan sinyal keras dari rezim baru terhadap musuh bebuyutan mereka.
Serangan yang dilancarkan dilaporkan berupa peluncuran rudal balistik yang secara spesifik ditujukan menuju area yang diklaim sebagai wilayah pendudukan. Detail mengenai target pasti di dalam wilayah tersebut belum dirinci lebih lanjut oleh pihak berwenang Iran.
Menurut informasi yang beredar, serangan gelombang pertama ini terjadi pada hari Senin, 9 Maret 2026. Peristiwa ini langsung menarik perhatian global mengenai arah kebijakan luar negeri Iran di bawah kepemimpinan yang baru.
Dilansir dari kantor berita AFP pada hari Senin (9/3/2026), media pemerintah Iran segera mengumumkan dimulainya operasi militer tersebut. Pengumuman ini mengonfirmasi spekulasi mengenai respons Iran terhadap dinamika internal mereka.
Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, menjadi saluran utama yang menyiarkan kabar mengenai peluncuran rudal perdana tersebut. Mereka mengonfirmasi dimulainya aksi militer setelah penunjukan putra dari Ali Khamenei itu.
Kutipan resmi dari IRIB menegaskan dimulainya aksi militer tersebut melalui platform digital mereka. "Iran meluncurkan gelombang pertama rudal di bawah kepemimpinan Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei ke arah wilayah pendudukan," kata IRIB di saluran Telegramnya.
IRIB lebih lanjut menyampaikan bahwa rudal yang ditembakkan merupakan gelombang serangan awal yang diarahkan ke Israel. Meskipun demikian, detail spesifik mengenai kota atau instalasi militer yang menjadi sasaran rudal kali ini masih belum diungkapkan secara rinci.
Stasiun televisi pemerintah IRIB mengatakan Iran meluncurkan rudal gelombang pertama ke Israel setelah penunjukkan putra Ali Khamenei itu, dilansir kantor berita AFP, Senin (9/3/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi korelasi langsung antara suksesi kepemimpinan dan agresi militer.