BISNISMARKET.COM - Sebuah insiden mengejutkan mengguncang jagat media sosial setelah seorang penumpang wanita mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum pengemudi taksi online (taksol). Kejadian ini segera menarik perhatian publik dan perusahaan penyedia layanan transportasi daring tersebut.

Pihak Grab, sebagai platform yang menaungi mitra pengemudi, bergerak cepat memberikan respons terhadap aduan serius yang menimpa salah satu penggunanya ini. Tindakan tegas segera diambil perusahaan untuk melindungi keselamatan konsumen.

Kasus ini mulai mencuat dan menjadi perbincangan hangat setelah sebuah rekaman video yang diduga menampilkan momen pelecehan tersebut tersebar luas di berbagai platform media sosial. Video tersebut menjadi bukti awal yang mendorong penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa dugaan pelecehan ini disebutkan terjadi pada hari Sabtu, tanggal 14 Maret sore hari. Informasi mengenai waktu kejadian tersebut menjadi krusial dalam proses verifikasi internal yang dilakukan oleh pihak Grab.

Korban memilih untuk membagikan pengalamannya yang mengerikan tersebut melalui akun media sosial TikTok miliknya kepada publik. Melalui platform tersebut, ia merinci kronologi kejadian yang dialaminya.

Ia menceritakan secara rinci perjalanan yang ia tempuh saat insiden terjadi. Perjalanan tersebut dimulai dari Stasiun Gambir menuju lokasi hotel tempat ia menginap pada saat itu.

"Korban mengaku dilecehkan hingga diancam oleh oknum driver," merupakan inti dari kesaksian yang dibagikan oleh korban melalui unggahan TikTok-nya. Kesaksian ini menyoroti tingkat ancaman yang dirasakan korban.

Grab memastikan bahwa setelah menerima laporan tersebut, mereka segera melakukan penanganan terhadap korban yang mengalami trauma. Selain itu, sanksi berat dijatuhkan kepada mitra pengemudi yang terbukti terlibat.

Sebagai konsekuensi atas tindakannya, Grab telah mengambil keputusan untuk memutuskan kemitraan secara permanen dengan pengemudi yang bersangkutan. Keputusan ini juga mencakup tindakan blacklist agar pelaku tidak dapat lagi beroperasi di platform mereka.