BISNISMARKET.COM - Salat Tarawih merupakan ibadah penutup yang sangat dinantikan selama bulan suci Ramadan, dilaksanakan setiap malam setelah salat Isya. Ibadah sunah muakkad ini menjadi penanda semakin dekatnya hari kemenangan umat Islam, Idulfitri.
Saat Ramadan 2026 mendekati puncaknya, muncul pertanyaan krusial mengenai kapan pelaksanaan salat tarawih akan berakhir sebelum Lebaran tiba. Masyarakat mulai mencari kepastian jadwal ini untuk mengatur persiapan hari raya.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengambil langkah awal dengan menetapkan tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah, yang bertepatan dengan Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini mendahului keputusan resmi dari pemerintah.
Dasar penetapan Muhammadiyah ini mengacu pada metode hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman utama mereka dalam menentukan awal bulan Hijriah. Metode ini diandalkan untuk memastikan ketepatan waktu beribadah.
Berdasarkan ketetapan Muhammadiyah tersebut, maka malam tarawih terakhir bagi warga Muhammadiyah diprediksi akan berlangsung pada Rabu malam, 18 Maret 2026. Malam tersebut menandai berakhirnya ibadah tarawih berjamaah.
Setelah malam tarawih terakhir, Kamis malam, 19 Maret 2026, akan menjadi malam takbiran yang meriah menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Malam ini merupakan momen refleksi dan persiapan menyambut hari besar.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama masih belum merilis ketetapan resmi mengenai tanggal pasti 1 Syawal 1447 Hijriah. Penentuan resmi bergantung pada hasil sidang isbat yang akan dilaksanakan.
"Penentuan awal Syawal dilakukan melalui sidang isbat yang mempertimbangkan hasil hisab dan rukyatul hilal," demikian dijelaskan mengenai prosedur Kementerian Agama dalam menentukan awal bulan Syawal.
Jika hasil sidang isbat pemerintah sejalan dengan Muhammadiyah, yakni Idulfitri jatuh pada 20 Maret 2026, maka jadwal tarawih terakhir akan sama, yakni pada malam 18 Maret 2026. Hal ini mengindikasikan keseragaman dalam pelaksanaan ibadah penutup Ramadan.