BISNISMARKET.COM - Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, PT TASPEN (Persero) telah mengeluarkan kebijakan yang sangat ketat terkait pemberian hadiah. Imbauan ini ditujukan kepada seluruh peserta, mitra kerja, hingga rekanan perusahaan TASPEN.

Larangan tersebut secara spesifik mencakup pemberian hadiah, bingkisan, maupun parsel dalam bentuk apapun kepada seluruh insan TASPEN dan entitas anak perusahaannya. Kebijakan ini ditegaskan untuk menjaga martabat dan profesionalisme perusahaan.

Langkah tegas ini diambil sebagai upaya preventif untuk menjaga komitmen TASPEN pada integritas organisasi. Hal ini juga bertujuan untuk memperkuat fondasi tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) di lingkungan BUMN tersebut.

Selain itu, penolakan terhadap pemberian parsel dan hadiah ini merupakan strategi proaktif untuk mencegah segala bentuk potensi konflik kepentingan yang mungkin timbul di kemudian hari. Perusahaan ingin memastikan transparansi dalam setiap interaksi bisnis.

Corporate Secretary TASPEN, Henra, menjadi juru bicara resmi yang menggarisbawahi pentingnya kepatuhan terhadap aturan ini. Penegasan ini menunjukkan keseriusan manajemen dalam menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari gratifikasi.

"Kebijakan ini sejalan dengan penerapan ISO 37001:2025 Sistem Manajemen Anti Penyuapan yang telah diimplementasikan oleh TASPEN," ujar Henra. Pernyataan ini mengaitkan larangan parsel dengan standar internasional manajemen anti-penyuapan.

Henra melanjutkan bahwa implementasi ISO 37001:2025 ini merupakan bagian integral dari komitmen berkelanjutan TASPEN. Komitmen tersebut fokus pada penguatan tata kelola perusahaan serta peningkatan integritas di seluruh lini organisasi.

Dengan demikian, TASPEN mengirimkan pesan jelas bahwa momentum Idulfitri tidak boleh dijadikan celah bagi praktik yang berpotensi melanggar etika bisnis dan kode etik perusahaan. Kepatuhan terhadap imbauan ini wajib dilaksanakan oleh semua pihak terkait.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.