JAKARTA, BisnisMarket.com – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia, memaparkan 20 poin rencana perdamaian Gaza yang disusun oleh Board of Peace (BoP).

Ulta menegaskan, rencana ini bukan hanya sebagai dasar kesediaan Indonesia untuk bergabung dalam inisiatif internasional tersebut, tetapi juga sebagai bentuk nyata dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.

Dalam wawancara yang berlangsung pada Senin (9/3/2026), Ulta menjelaskan, "Dalam menganalisa dan memberikan judgement, kita harus benar-benar objektif. Kami melihat masalah ini dari berbagai sisi, memastikan bahwa apa yang kami lakukan benar-benar mendorong perdamaian, bukan hanya kepentingan satu pihak."

Tanggapan Ulta tersebut muncul untuk menanggapi kritik yang menyebutkan BoP tidak cukup membela kepentingan Palestina.

Namun, menurutnya, poin-poin dalam rencana BoP secara jelas menunjukkan dukungan terhadap Palestina, termasuk penekanan agar Gaza tidak berada di bawah kekuasaan Israel.

Poin nomor 9 menyebutkan bahwa Gaza akan dipimpin oleh Komite Palestina sebagai pemerintahan transisi, yang mengukuhkan status Gaza sebagai wilayah yang akan dikelola sepenuhnya oleh Palestina.

Ulta juga menekankan poin nomor 16, yang memastikan bahwa Israel akan meninggalkan Gaza dan tidak akan mengokupasi atau menganeksasi wilayah tersebut.

"Israel ditekan untuk benar-benar meninggalkan Gaza. Poin ini menunjukkan bahwa BoP berkomitmen untuk menegakkan keadilan, bukan membiarkan Gaza terus dikuasai oleh kekuatan luar," ujar Ulta.

Lebih lanjut, rencana perdamaian ini juga memberikan peluang besar bagi Palestina untuk meraih kemerdekaan.