BISNISMARKET.COM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu oleh konflik geopolitik global memaksa Pakistan menerapkan kebijakan penghematan energi yang signifikan. Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap gejolak pasar minyak internasional yang kian memanas.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, secara resmi mengumumkan serangkaian kebijakan darurat yang bertujuan untuk menekan laju konsumsi bahan bakar negara. Kebijakan ini mencakup pembatasan aktivitas perkantoran dan sektor pendidikan di seluruh negeri.
Salah satu langkah paling menonjol adalah penerapan sistem kerja dari rumah (WFH) yang diterapkan bagi 50% dari total pegawai pemerintah. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi secara substansial penggunaan kendaraan dinas maupun pribadi.
Selain itu, pemerintah juga memutuskan untuk memperpanjang masa liburan sekolah sebagai bagian dari strategi nasional untuk menghemat cadangan energi negara. Keputusan ini berdampak langsung pada rutinitas harian jutaan pelajar dan orang tua.
Kondisi ini terjadi seiring dengan melonjaknya harga minyak mentah dunia yang kini telah melampaui ambang batas $100 per barel. Fenomena ini mengingatkan pasar pada situasi yang terjadi pada tahun 2022, setelah invasi skala penuh Rusia ke Ukraina.
"Harga minyak telah melonjak di atas $100 per barel untuk pertama kalinya sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada tahun 2022," demikian dilaporkan mengenai kondisi pasar global saat itu.
Kenaikan harga minyak dunia ini diperparah oleh eskalasi ketegangan regional, terutama setelah Iran melancarkan serangan balasan. Serangan tersebut ditargetkan pada negara-negara yang memiliki peran vital dalam produksi minyak mentah di kawasan Teluk.
Fakta menunjukkan bahwa Pakistan memiliki ketergantungan tinggi terhadap pasokan minyak dan gas yang berasal dari negara-negara Teluk. Oleh karena itu, gejolak di kawasan tersebut langsung memberikan pukulan telak pada perekonomian domestik.
Sebagai konsekuensi langsung dari gejolak global tersebut, pemerintah Pakistan menaikkan harga BBM di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) sekitar 20 persen pada hari Jumat pekan lalu.