BISNIS MARKET - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa jumlah korban akibat rangkaian bencana alam yang melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh terus mengalami peningkatan. Setiap wilayah mencatat dampak besar, baik dari segi korban jiwa maupun jumlah pengungsi.

Di Sumatra Utara, total 166 orang dinyatakan meninggal dunia dan 143 lainnya masih hilang. Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, serta Kota Sibolga menjadi daerah yang paling terdampak dan mencatat jumlah korban tertinggi.

Sementara itu, Provinsi Aceh melaporkan 47 korban meninggal dunia, 51 orang hilang, dan 8 warga mengalami luka-luka. 

Kondisi ini memaksa sebanyak 48.887 kepala keluarga mengungsi ke berbagai titik aman, terutama di wilayah Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.

Di Sumatra Barat, dua hari setelah penetapan status tanggap darurat, data menunjukkan 90 korban meninggal dunia, 85 orang masih hilang, dan 10 lainnya terluka. 

Kabupaten Agam menjadi daerah dengan jumlah korban terbanyak. Hingga saat ini, sekitar 11.820 kepala keluarga atau 77.918 jiwa terpaksa mengungsi, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Selain itu, sejumlah jalur provinsi dan nasional mengalami kerusakan berat akibat longsor serta runtuhnya jembatan. Kondisi ini menghambat distribusi bantuan ke berbagai wilayah terdampak. 

Meski begitu, bantuan logistik dari Padang Pariaman dan Pesisir Selatan telah berhasil tiba, sementara delapan titik distribusi tambahan masih dalam proses pengiriman dengan pengawalan aparat kepolisian.

Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, menegaskan bahwa seluruh upaya penanganan darurat terus dipercepat melalui koordinasi intensif bersama pemerintah daerah, kementerian/lembaga, TNI, Polri, dan relawan.