BISNISMARKET.COM - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dikabarkan telah mengambil langkah kontroversial dengan menurunkan batas usia minimum bagi personel baru mereka. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan regional dan ancaman perang yang dihadapi Iran.
Langkah rekrutmen ini dikaitkan langsung dengan situasi geopolitik yang memanas, terutama konflik berkelanjutan Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Kebutuhan akan personel keamanan tampaknya mendorong IRGC untuk mencari anggota dari usia yang sangat muda.
Menurut temuan dari organisasi pemantau hak asasi manusia, IRGC secara aktif merekrut anak-anak untuk memperkuat barisan mereka. Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai perlindungan hak anak di wilayah tersebut.
"IRGC telah menurunkan batas usia pelamar menjadi 12 tahun untuk divisi 'Prajurit Pembela Tanah Air Iran'," demikian temuan yang diungkapkan oleh Human Rights Watch. Informasi ini menggarisbawahi kedalaman upaya mobilisasi yang dilakukan oleh Garda Revolusi.
Divisi yang menjadi sasaran rekrutmen anak-anak ini secara spesifik disebutkan sebagai "Prajurit Pembela Tanah Air Iran". Hal ini mengindikasikan bahwa anak-anak tersebut akan ditempatkan dalam peran yang berkaitan langsung dengan fungsi keamanan negara.
Dilansir dari CNBC Indonesia, berita mengenai rekrutmen remaja ini muncul dalam konteks peningkatan perang proksi dan ancaman konfrontasi langsung di Timur Tengah. Keputusan ini menjadi indikator penting mengenai bagaimana konflik memengaruhi kebijakan internal Iran.
Berita ini disorot dalam program Power Lunch CNBC Indonesia pada hari Kamis, 02/04/2026. Liputan ini bertujuan untuk memberikan analisis mendalam mengenai implikasi dari kebijakan rekrutmen usia dini IRGC tersebut.
Keterlibatan remaja usia 12 tahun dalam struktur keamanan militer seperti IRGC berpotensi melanggar norma internasional mengenai perlindungan anak dalam zona konflik. Hal ini diprediksi akan memicu kecaman keras dari komunitas internasional.
Peran yang diberikan kepada para remaja ini dikategorikan sebagai peran keamanan, meskipun detail spesifik mengenai tugas operasional mereka belum sepenuhnya terungkap ke publik. Fokus utama saat ini adalah pada pelanggaran batas usia minimum perekrutan.