JAKARTA, BISNISMARKET.COM – Kekhawatiran mengenai penularan Tuberkulosis (TBC) melalui kontak fisik seperti berjabat tangan atau berpelukan sering melanda masyarakat. Padahal, menurut otoritas kesehatan global, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini menular melalui jalur udara, bukan sentuhan kulit.

Memahami mekanisme penularan yang akurat sangat krusial untuk melindungi diri sekaligus mencegah stigma sosial terhadap para penderita.

Kontak Fisik Bukan Jalur Penularan TBC

Jawaban tegas dari berbagai lembaga kesehatan kredibel, termasuk World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menegaskan bahwa TBC tidak menular melalui kontak fisik atau sentuhan kulit.

Artinya, risiko infeksi tidak akan meningkat hanya karena seseorang melakukan aktivitas berikut dengan penderita TBC:
- Berjabat tangan atau bersalaman.
- Berpelukan atau menepuk bahu.

- Bersentuhan kulit saat beraktivitas bersama.
- Duduk bersebelahan atau menggendong penderita.

Bakteri penyebab TBC tidak menyebar melalui permukaan kulit, melainkan melalui udara.

Mekanisme Penularan TBC Melalui Udara

Penularan TBC terjadi ketika penderita yang mengidap TBC paru aktif melakukan aktivitas yang mengeluarkan percikan cairan (droplet) ke udara. Aktivitas tersebut meliputi batuk, bersin, berbicara, bernyanyi, atau tertawa.