BISNISMARKET.COM - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengajukan sebuah usulan strategis kepada pemerintah pusat mengenai komposisi menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dinilai sangat penting untuk memastikan program tersebut berjalan efektif dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat Indonesia.
Usulan spesifik yang diajukan adalah peningkatan porsi penyediaan komoditas unggulan peternakan, yaitu ayam dan telur, dalam setiap paket makanan yang dibagikan. Hal ini merupakan upaya konkret untuk menjamin pasokan protein hewani yang berkelanjutan bagi seluruh penerima manfaat program tersebut.
Pihak HKTI melihat peluang ekonomi yang sangat signifikan apabila usulan ini diimplementasikan secara maksimal oleh pemerintah. Peningkatan serapan hasil peternakan domestik diharapkan dapat memberikan dampak positif secara langsung pada sektor peternakan nasional.
Wakil Ketua Umum DPN HKTI Bidang Peternakan, Cecep Muhammad Wahyudin, secara khusus memaparkan proyeksi potensi ekonomi yang menggiurkan dari kebijakan ini. Besaran omzet yang diproyeksikan bagi para peternak diperkirakan mampu mencapai angka fantastis, yakni hingga Rp31,68 triliun.
"Usulan ini disampaikan sebagai upaya memastikan protein hewani dapat terpenuhi secara berkelanjutan bagi para penerima manfaat program MBG," ujar Cecep Muhammad Wahyudin.
Beliau menambahkan bahwa kebijakan penambahan porsi ayam dan telur ini juga berfungsi sebagai solusi efektif dalam mengatasi isu kekurangan gizi yang masih dihadapi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.
"Wakil Ketua Umum DPN HKTI Bidang Peternakan, Cecep Muhammad Wahyudin, memaparkan potensi ekonomi yang sangat besar dari kebijakan ini," demikian kutipan yang disampaikan oleh narasumber tersebut.
Dengan memaksimalkan ayam dan telur, HKTI berharap program pemerintah ini tidak hanya sukses dari sisi nutrisi, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian para peternak di seluruh Indonesia.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, langkah strategis ini menunjukkan sinergi antara kepentingan kesehatan masyarakat dan keberlanjutan usaha para petani peternak di Tanah Air.