JAKARTA , BISNISMARKET.COM - Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Meskipun umumnya dapat disembuhkan melalui pengobatan antibiotik rutin selama minimal enam bulan, banyak masyarakat yang khawatir mengenai kemungkinan penyakit ini kambuh setelah dinyatakan sembuh.

Para ahli kesehatan menegaskan bahwa kekambuhan TBC memang dapat terjadi. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh dua skenario utama: bakteri penyebab TBC belum sepenuhnya hilang dari tubuh atau pasien terinfeksi kembali oleh bakteri TBC dari orang lain.

"Kekambuhan tidak dialami semua pasien, namun risiko ini sangat nyata jika pengobatan tidak tuntas atau jika pasien terpapar kembali," ujar seorang pakar kesehatan.

Dua Penyebab Utama TBC Kambuh

Secara umum, terdapat dua mekanisme utama mengapa TBC dapat kembali menyerang seseorang yang sebelumnya telah dinyatakan bebas dari penyakit tersebut:

1. Relaps (Kambuh karena Infeksi Lama Aktif Kembali)
Relaps terjadi ketika bakteri Mycobacterium tuberculosis yang tersisa di dalam tubuh mulai berkembang biak kembali setelah pengobatan berakhir. Kondisi ini seringkali dipicu oleh kegagalan menyelesaikan terapi sesuai jadwal, tidak meminum obat secara teratur, atau munculnya resistansi obat (TB resistan obat).

2. Terinfeksi Kembali (Reinfeksi)
Seseorang yang sembuh dari TBC tetap rentan tertular kembali. Reinfeksi terjadi ketika pasien menghirup bakteri TBC aktif dari penderita lain. Fakta ini menunjukkan bahwa riwayat kesembuhan TBC tidak memberikan imunitas atau kekebalan seumur hidup terhadap penyakit tersebut.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Kekambuhan

Beberapa kondisi dapat meningkatkan probabilitas TBC kambuh. Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki seseorang, semakin besar kemungkinan penyakit tersebut muncul kembali, antara lain: