BISNISMARKET.COM - Setiap orang tua tentu menginginkan jaminan keamanan dan masa depan terbaik bagi buah hati mereka. Oleh karena itu, kasus penganiayaan anak oleh orang terdekat seringkali menimbulkan luka mendalam dan reaksi keras dari publik.

Perhatian publik Tiongkok kini tertuju pada Provinsi Guangdong menyusul sebuah keputusan yang diambil oleh seorang ayah. Pria bermarga Li tersebut menjadi sorotan setelah ia diketahui mengambil sikap memaafkan pacarnya yang terbukti bertanggung jawab atas kematian putra mereka yang baru berusia 18 bulan.

Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan forum publik Tiongkok mengenai penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga dan hak asuh anak. Keputusan sang ayah dianggap sangat mengejutkan mengingat tragedi yang menimpa balita malang tersebut.

Latar belakang kasus ini terungkap setelah mantan istri pria tersebut, yang bernama Xie, mengajukan tuntutan untuk dilakukan investigasi mendalam. Xie merasa perlu adanya kejelasan mengenai penyebab pasti kematian putra bungsunya yang telah meninggal dunia.

Xie menjelaskan bahwa perceraiannya dengan Li telah terjadi pada bulan April tahun lalu, mengakhiri pernikahan yang telah berlangsung lebih dari sepuluh tahun dan dikaruniai dua orang putra. Perpisahan ini membawa konsekuensi terkait dengan pembagian hak asuh kedua anak mereka.

"Saya dan Li telah berpisah pada April tahun lalu, setelah menjalani pernikahan selama lebih dari satu dekade dan dikaruniai dua putra," ujar Xie.

Berdasarkan kesepakatan hak asuh pasca-perceraian, anak sulung tetap tinggal bersama ibunya, Xie. Sementara itu, sang ayah, Li, mendapatkan hak asuh untuk mengurus anak bungsu mereka.

Kabar duka tersebut diterima Xie pada bulan November tahun lalu dari pihak mantan mertuanya. Ia diberitahu bahwa putra bungsunya telah meninggal dunia dan diminta segera memberikan izin untuk proses pemakaman di area keluarga besar sang ayah.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, kabar meninggalnya balita tersebut tentu saja sangat mengejutkan Xie, yang kemudian mendorongnya untuk mencari kebenaran di balik tragedi tersebut.