BISNISMARKET.COM - Pemerintah dan sektor swasta di Indonesia terus mengintensifkan upaya signifikan untuk mendongkrak produktivitas tanaman padi nasional. Saat ini, rata-rata hasil panen padi di Indonesia masih berada di kisaran 5 hingga 6 ton per hektare.
Dengan adanya riset memadai dan pemanfaatan bibit unggul, potensi peningkatan hasil panen padi bisa mencapai dua kali lipat, yaitu hingga 12 ton per hektare. Optimisme ini didukung oleh kemitraan strategis yang baru saja terjalin.
PT. Industri Padi Nusantara (IPN) baru-baru ini meresmikan perjanjian kerja sama penting di bidang riset dan pengembangan pembibitan padi. Penandatanganan dilakukan bersama Universitas Hasanudin, serta dua entitas dari China: Senyuanda Ecological Environmental Group, Co. Ltd dan Guandong Institute of Modern Agricultural Equipment.
Kesepakatan bersejarah ini dilaksanakan di Hotel Kunlun, Beijing, China, pada tanggal 8 April 2026. Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan teknologi pembibitan padi yang memiliki daya hasil tinggi.
"Kerja sama ini akan dibiayai oleh PT. IPN untuk mendukung penyediaan bibit padi unggul yang menghasilkan padi minimal 12 ton per hektare setiap kali panen, di lahan persawahan seluas 5.000 ha milik PT. Silampari Agro Nusantara (SAN), anak usaha PT. IPN di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan," ujar Dirut PT. IPN Andi Nursyam Halid dalam pernyataan resminya, Senin (13/4/2026), dilansir dari CNBC Indonesia.
Selain di Sumatera Selatan, lahan pertanian milik anak usaha IPN, PT. SAN, di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung (seluas 5.000 hektare) dan di Kabupaten Merauke, Papua (seluas 10.000 hektare) juga akan dioptimalkan menggunakan bibit unggul hasil kolaborasi ini.
"Berbagai fasilitas riset yang diadakan PT IPN, anak perusahaan PT Nusantara Halid, dan Universitas Hasanudin tersebut akan difasilitasi oleh PT Grand Seleron Investama, partner bisnis PT Nusantara Halid," katanya.
Penandatanganan perjanjian tersebut disaksikan oleh beberapa tokoh penting, termasuk Founder PT. Nusantara Halid, Prof. Dr (HC). Nurdin Halid, dan Komisaris Utama IPN, Andi Muhammad Zunnun Nurdin Halid.
Perjanjian kerja sama teknis tersebut ditandatangani secara langsung oleh Dirut PT. IPN Andi Nursyam Halid, Rektor Universitas Hasanudin Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, dan Dr. Jinshi Jia selaku Direktur Senyuanda Ecological Environmental Group, Co. Ltd, yang juga mewakili Guandong Institute of Modern Agricultural Equipment.