BISNISMARKET.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang menarik bagi seluruh jajaran pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di masa mendatang. Peluang ini terkait langsung dengan peningkatan kinerja penerimaan negara yang harus dicapai.
Peluang imbalan finansial tersebut akan terealisasi jika indikator kunci kinerja fiskal Indonesia menunjukkan tren positif yang signifikan. Hal ini menjadi motivasi baru bagi seluruh aparatur sipil negara di lingkungan kementerian tersebut.
Salah satu target ambisius yang disorot dalam konteks ini adalah upaya mendongkrak rasio pajak atau tax ratio Indonesia. Target tersebut dipatok untuk mampu mendekati angka 11% dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan dalam sebuah sesi diskusi penting mengenai arah kebijakan fiskal negara. Kesuksesan mencapai target ini diyakini akan memberikan dampak positif menyeluruh, termasuk bagi kesejahteraan pegawai.
"Pegawai Kementerian Keuangan berpeluang memperoleh bonus apabila kinerja penerimaan negara meningkat dan rasio pajak atau tax ratio Indonesia mampu mendekati 11% pada 2027," demikian pernyataan yang disampaikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa, dilansir dari CNBC Indonesia.
Waktu penyampaian penting mengenai insentif ini adalah saat program Squawk Box CNBC Indonesia berlangsung pada hari Rabu, 11 Maret 2026. Momen ini menjadi penekanan atas pentingnya disiplin dan performa kerja optimal.
Target rasio pajak sebesar 11% pada tahun 2027 menjadi penanda keberhasilan reformasi perpajakan dan efektivitas pengumpulan pendapatan negara. Pencapaian ini akan menjadi tolok ukur utama keberhasilan strategi fiskal pemerintah saat ini.
Kesuksesan dalam mencapai target penerimaan negara ini tidak hanya akan memperkuat postur fiskal, tetapi juga menjadi dasar bagi pemberian apresiasi kepada para pegawai yang bekerja keras di garis depan. Ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.
Informasi lebih detail mengenai skema dan mekanisme bonus tersebut akan menjadi topik pembahasan lanjutan dalam program tersebut, memberikan gambaran konkret mengenai harapan kinerja institusi.