BISNISMARKET.COM - Kondisi lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) arah Cikampek dilaporkan mengalami kemacetan signifikan pada Sabtu siang ini. Situasi ini mendorong otoritas jalan tol untuk segera mengambil langkah mitigasi guna mengurai kepadatan kendaraan yang menumpuk.
Rekayasa lalu lintas darurat berupa penerapan skema contraflow menjadi solusi utama yang diimplementasikan untuk mengatasi volume kendaraan yang melonjak tajam. Langkah ini diharapkan dapat memberikan ruang gerak tambahan bagi para pengguna jalan yang menuju kawasan timur Jakarta.
Pemberlakuan sistem contraflow ini telah dimulai sejak pukul 14.00 WIB pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Durasi penerapan rekayasa ini menunjukkan betapa seriusnya kondisi kepadatan yang terjadi di jalur utama tersebut.
Secara spesifik, jalur contraflow membentang cukup panjang, dimulai dari titik Kilometer 47+200 hingga mencapai area Kilometer 65. Rentang ini mencakup beberapa titik penting di sepanjang Tol Japek.
Selain contraflow, terdapat kebijakan operasional lain yang diterapkan di jalur tersebut, yakni sistem buka tutup pada salah satu fasilitas vital. Hal ini bertujuan untuk mengatur arus masuk dan keluar kendaraan dari area istirahat.
Fasilitas yang terdampak langsung oleh kebijakan ini adalah Rest Area KM 57, yang kini harus beroperasi dengan sistem buka tutup secara bergantian. Kebijakan ini diberlakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan di area layanan.
Informasi resmi mengenai penerapan ini disampaikan melalui akun media sosial resmi pengelola jalan tol. Hal ini bertujuan untuk memberikan pembaruan terkini kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan.
"Karawang Barat KM 47+200-Dawuan KM 65 diberlakukan contraflow/kanan, harap tertib di antrian," tulis akun resmi @PTJASAMARGA saat dikonfirmasi oleh detikcom pada pukul 14.27 WIB.
Pengelola jalan tol juga menyertakan imbauan penting kepada seluruh pengguna jalan yang melintas di area tersebut. Mereka meminta agar setiap pengendara dapat mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.