BISNISMARKET.COM - Aparat keamanan kembali menunjukkan efektivitasnya dalam menekan pergerakan kelompok separatis bersenjata di Papua. Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil mengungkap sebuah jaringan yang selama ini memasok logistik vital bagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Operasi penangkapan ini menyasar para aktor di balik rantai pasok senjata api ilegal serta amunisi yang kerap digunakan oleh KKB dalam melancarkan aksinya di wilayah Papua. Penindakan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan menjaga stabilitas keamanan di daerah tersebut.
Hasil dari operasi penangkapan tersebut cukup signifikan, di mana petugas berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku. Kedua individu ini diduga berperan krusial dalam memfasilitasi masuknya logistik ilegal tersebut ke kantong-kantong persembunyian KKB.
Dari tangan kedua tersangka yang diamankan di lokasi berbeda, pihak kepolisian menyita sejumlah barang bukti penting. Bukti tersebut berupa total 132 butir amunisi ilegal yang siap didistribusikan kepada anggota KKB.
Pengungkapan kasus ini mengindikasikan adanya struktur jaringan yang lebih luas, tidak hanya melibatkan kurir atau pemasok langsung. Penyelidikan mendalam mengarah pada dugaan adanya pihak penyandang dana yang membiayai operasional peredaran ilegal ini.
Wakil Kepala Satuan Tugas (Satgas) Humas Operasi Damai Cartenz 2026 memberikan konfirmasi resmi mengenai keberhasilan operasi penegakan hukum ini. Informasi ini dirilis setelah proses pemeriksaan awal terhadap para tersangka rampung dilakukan.
"Kami mengungkap jaringan peredaran senjata dan amunisi ilegal di Papua. Dua pelaku diamankan di lokasi yang berbeda," ujar Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, AKBP Andria.
Informasi mengenai penangkapan penting ini disampaikan oleh AKBP Andria kepada publik melalui media massa. Pernyataan tersebut dimuat dalam berita yang dilansir dari detikSulsel pada hari Minggu, 29 Maret 2026.
Penangkapan dua pemasok ini diharapkan dapat mengganggu rantai logistik KKB secara signifikan, sehingga mengurangi kemampuan mereka untuk melancarkan serangan lanjutan di masa mendatang. Pihak kepolisian terus mendalami peran masing-masing tersangka dalam jaringan tersebut.