BISNISMARKET.COM - Di tengah kebanggaan mengibarkan bendera Merah Putih di ajang sepak bola internasional di Swedia, Bunga Sekar Anjani (15) justru menghadapi kenyataan pahit di tanah air. Nasibnya di sistem penerimaan siswa baru SMA Negeri dipertanyakan.
Atlet sepak bola putri muda yang berasal dari Kota Tangerang Selatan ini dinyatakan tidak lolos seleksi pada jalur prestasi nonakademik. Kejadian ini terjadi dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026.
Perjuangan Bunga Sekar Anjani di Swedia merupakan momen penting dalam karier olahraganya. Ia berdedikasi untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Namun, di saat yang sama, keluarganya di Tangerang Selatan harus menelan pil pahit. Kegagalan Bunga dalam mendapatkan kursi di SMA Negeri melalui jalur prestasi menimbulkan pertanyaan.
Pihak sekolah yang terkait dengan penerimaan siswa baru di Tangerang Selatan telah melalui tahapan seleksi. Proses ini seharusnya memberikan kesempatan bagi siswa berprestasi nonakademik.
Proses SPMB 2026 di Tangerang Selatan menggunakan berbagai jalur, termasuk prestasi nonakademik. Jalur ini dirancang untuk mengapresiasi bakat siswa di luar bidang akademik.
"Di saat Bunga Sekar Anjani (15) berjuang mengibarkan nama Indonesia di ajang sepak bola internasional di Swedia, keluarga yang ditinggalkannya justru harus menelan kenyataan pahit," demikian pernyataan yang disampaikan.
"Atlet sepak bola putri asal Kota Tangerang Selatan itu dinyatakan gagal diterima di SMA Negeri melalui jalur prestasi nonakademik pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026," lanjut pernyataan tersebut.
Ironisnya, pencapaian Bunga di kancah internasional tampaknya belum cukup untuk membawanya masuk ke SMA Negeri melalui jalur yang seharusnya. Hal ini memunculkan diskusi mengenai kriteria penilaian prestasi.