BISNISMARKET.COM - PT Indosat Tbk (ISAT) baru-baru ini mengumumkan penyelesaian transaksi penting terkait divestasi saham di salah satu anak usahanya. Langkah strategis ini melibatkan penjualan saham mayoritas di PT Infra Fiber Teknologi (IFT), perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur serat optik.
Transaksi divestasi ini dilakukan kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT). Nilai keseluruhan dari penjualan saham mayoritas tersebut dilaporkan mencapai angka signifikan, yaitu sebesar Rp11,71 triliun.
Secara spesifik, Indosat bersama dengan anak usahanya, PT Aplikanusa Lintasarta, bertindak sebagai pihak penjual dalam kesepakatan ini. Mereka bersama-sama melepaskan sejumlah saham IFT kepada pihak pembeli.
RUU PFII Diseriusi Pemerintah: Langkah Strategis Membawa Indonesia Jadi Pusat Keuangan Global
Rincian transaksi menunjukkan bahwa saham yang dilepas oleh Indosat dan Aplikanusa Lintasarta berjumlah 11.707.828 lembar saham IFT. Jumlah ini merupakan porsi yang sangat besar dalam struktur permodalan perusahaan.
Angka 11.707.828 saham tersebut setara dengan kepemilikan mayoritas, yakni 84,9% dari total modal ditempatkan dan disetor pada PT Infra Fiber Teknologi (IFT). Ini menandai perubahan signifikan dalam kendali operasional perusahaan infrastruktur tersebut.
Pergeseran kepemilikan ini secara otomatis akan membentuk struktur kepemilikan baru di PT Infra Fiber Teknologi (IFT) pasca-penutupan transaksi. Perubahan ini merupakan bagian dari strategi korporasi Indosat untuk mengoptimalkan asetnya.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, proses transaksi divestasi ini telah rampung dilaksanakan sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Hal ini mengakhiri status kepemilikan mayoritas Indosat di IFT.
Meskipun fakta spesifik mengenai alasan mendalam di balik penjualan ini tidak disebutkan secara eksplisit dalam pengumuman awal, divestasi ini umumnya bertujuan untuk fokus pada bisnis inti atau monetisasi aset infrastruktur.
Hal ini mengindikasikan bahwa Indosat kini akan memiliki partisipasi minoritas atau tidak lagi memegang kendali mayoritas atas aset serat optik yang dikelola oleh IFT. Keputusan ini diharapkan membawa dampak positif bagi kinerja keuangan Indosat ke depan.