JAKARTA, BisnisMarket.com - Bagaimana kondisi kesehatan keuangan negara Indonesia selama 2025? Apakah pengelolaan anggaran sudah berjalan sesuai standar dan tepat sasaran? Jawabannya mulai terungkap melalui hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang kini menjadi perhatian utama pemerintah.

Dilansir dari Bloomberg Technoz (2/7), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh temuan yang disampaikan BPK dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2025.

“Dari hasil pemeriksaan atas LKPP 2025, BPK menyampaikan 11 temuan yang harus menjadi perhatian dan ditindaklanjuti pemerintah guna meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara di masa mendatang. Untuk itu, pemerintah akan menindaklanjuti temuan tersebut,” ujar Purbaya dalam rapat paripurna bersama DPR RI.

Tiga Temuan ynag menjadi Sorotan Utama BPK

Dari 11 temuan yang ada, setidaknya ada tiga hal paling mendesak yang menjadi fokus perbaikan:

·       Penyajian informasi kinerja dalam catatan laporan keuangan dinilai belum cukup lengkap dan jelas.

·       Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai dasar utama penyusunan belanja negara, padahal data ini dirancang agar alokasi anggaran lebih tepat sasaran.

·       Perhitungan volume BBM untuk kebutuhan kompensasi belum memiliki kriteria baku, serta ada ketidaksesuaian pada titik penyerahan Jenis BBM Tertentu (JBT) dalam anggaran subsidi.