BISNISMARKET.COM - Aktivitas seismik mengguncang wilayah Maluku Utara pada hari Rabu pagi, tepatnya di Kabupaten Halmahera Selatan. Guncangan ini tercatat memiliki kekuatan yang cukup signifikan untuk dirasakan oleh penduduk setempat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera merilis informasi mengenai kejadian alam ini. Data awal menunjukkan bahwa kekuatan gempa mencapai magnitudo 4,2 Skala Richter.
Menurut pembaruan data yang ada, episentrum atau pusat gempa tersebut terletak di area perairan laut. Hal ini mengindikasikan bahwa sumber getaran berasal dari dasar laut di sekitar Halmahera Selatan.
Peristiwa gempa ini tercatat terjadi pada waktu yang relatif awal, yakni pukul 05.26 Waktu Indonesia Barat (WIB). Waktu kejadian ini penting untuk dicatat sebagai bagian dari analisis pola aktivitas tektonik di kawasan tersebut.
BMKG memberikan informasi rinci mengenai kedalaman hiposenter gempa tersebut. Kedalaman gempa tercatat hanya mencapai 10 kilometer dari permukaan laut, menjadikannya gempa dangkal.
Informasi lokasi pasti mengenai pusat gempa disampaikan secara spesifik oleh akun resmi BMKG. "131 km TimurLaut Halmahera Selatan-Malut," tulis akun resmi BMKG.
Pernyataan resmi dari pusat data seismologi nasional ini mengonfirmasi posisi gempa yang relatif jauh dari daratan utama Halmahera Selatan. "131 km TimurLaut Halmahera Selatan-Malut," tulis @infoBMKG.
Dampak langsung dari gempa ini perlu diwaspadai, meskipun pusatnya berada di laut, mengingat kedalamannya yang relatif dangkal. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
Penting bagi masyarakat sekitar untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG mengenai perkembangan aktivitas seismik lanjutan. Tindakan pencegahan dini selalu menjadi prioritas utama saat terjadi guncangan.