BISNISMARKET.COM - Dunia maya dihebohkan dengan ulah seorang kepala sekolah dasar (Kepsek SD) yang diduga melontarkan komentar bernada tidak senonoh pada sebuah unggahan di media sosial Instagram. Insiden ini terjadi di wilayah Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali.

Kepsek yang identitasnya dirahasiakan dengan inisial SK ini mendadak menjadi perbincangan hangat setelah komentarnya viral di kalangan warganet. Kontroversi ini muncul setelah akun Instagram miliknya kedapatan menuliskan kata yang bermakna sangat sensitif dalam bahasa daerah setempat.

Komentar kontroversial tersebut ditujukan kepada seorang kreator konten Instagram dengan nama Siti. SK menuliskan kalimat yang mengandung kata yang dianggap kasar dan merujuk pada organ intim pria dalam bahasa Bali.

Secara spesifik, kata yang dipermasalahkan dalam unggahan tersebut adalah 'lolok'. Kata ini memiliki arti yang merujuk pada alat kelamin laki-laki dalam konteks bahasa Bali.

"Siti Kamu kok suka lolok?" tulis SK menggunakan akun Instagram pada kolom komentar salah satu unggahan konten kreator bernama Siti tersebut, dilansir detikBali, Jumat (27/3/2026).

Menyadari bahwa komentarnya telah menyebar luas dan menimbulkan kegaduhan publik, Kepsek SK segera memberikan pembelaan diri. Ia mengklaim bahwa penggunaan kata tersebut murni merupakan sebuah ketidaksengajaan.

Pembelaan yang disampaikan oleh sang kepala sekolah adalah bahwa komentar tersebut sejatinya merupakan kesalahan pengetikan atau yang biasa dikenal sebagai typo. Klaim ini muncul sebagai respons langsung atas viralitas komentarnya di berbagai platform.

Meskipun telah memberikan klarifikasi, insiden ini tetap menjadi sorotan serius mengingat status SK sebagai figur publik pendidik di lingkungan sekolah dasar. Kejadian ini membuka diskusi mengenai etika digital bagi para pemangku jabatan.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.