YOGYAKARTA, BisnisMarket.com – Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan narasi yang menyudutkan Ketua BEM UGM 2026, Tiyo Ardianto.

Ia dituding melakukan penggelapan atau "menilep" dana penggalangan mahasiswa. Namun, hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa tuduhan tersebut adalah bagian dari rangkaian teror dan upaya pembungkaman terhadap aktivitas kritis mahasiswa.

Tuduhan penggelapan dana ini muncul tak lama setelah BEM UGM gencar mengkritik kebijakan pemerintah terkait anggaran pendidikan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pesan-pesan anonim yang menyebar melalui aplikasi percakapan dan media sosial menuduh Tiyo menyalahgunakan donasi yang dikumpulkan untuk membantu mahasiswa penerima KIP-Kuliah yang mengalami keterlambatan pencairan dana.

Dalam berbagai kesempatan, Tiyo Ardianto telah mengklarifikasi bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar.

BEM UGM memang pernah mengadakan penggalangan dana secara transparan untuk membantu mahasiswa yang kesulitan membayar biaya hidup akibat kendala administratif beasiswa pemerintah. Pihak BEM menegaskan bahwa seluruh alokasi dana memiliki catatan audit internal yang bisa dipertanggungjawabkan.

Isu penggelapan dana ini hanyalah satu dari sekian banyak intimidasi yang dialami Tiyo. Selain fitnah korupsi, ia juga melaporkan adanya:

Ancaman Fisik: Pesan WhatsApp dari nomor luar negeri yang mengancam penculikan dan pembunuhan.

Intimidasi Keluarga: Teror pesan yang menyasar orang tua Tiyo untuk memberikan tekanan psikologis.